Begini Upaya Polisi Di Lhokseumawe Dalam Aksi Demo Bisa Berlangsung Damai

oleh -55.759 views
Begini Upaya Polisi Di Lhokseumawe Dalam Aksi Demo Bisa Berlangsung Damai
Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H.(Foto Serambi)

LHOKSEUMAWE | REALITAS – Demonstrasi seringkali identik dengan potensi kericuhan. Namun aksi mahasiswa di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, yang menolak kenaikan PBB-P2 dan kebijakan pemerintah lainnya, pada Senin (1/9/2025) kemarin, menjadi contoh keberhasilan menyampaikan aspirasi tanpa kekerasan.

Aksi berjalan damai, tertib, dan tenteram, tanpa ada insiden kekerasan apa pun.

Sejak awal kedatangan pendemo, aparat keamanan pun melakukan pengamanan secara humanis.

Bahkan saat semua pendemo duduk di badan jalan, pihak aparat keamanan pun ikut duduk, termasuk Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr Ahzan.

Tapi pastinya aksi ini bisa berjalan damai, tidak lepas dari sejumlah langkah penting yang dilakukan pihak kepolisian.

Kapolres Lhokseumawe, Dr Ahzan, Selasa (2/9/2025), menjelaskan, setelah pihaknya menerima surat pemberitahuan demo yang akan berlangsung 1 September 2025, maka terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak civitas kampus yang ada di Kota Lhokseumawe.

“Seperti civitas kampus dari Unimal, Politeknik, Uniki, Bumi Persada, UIN, dan lannya, kami undang dan duduk bersama untuk membahas aksi 1 September,” katanya.

Selanjutnya, melakukan pendekatan dan berkoordinasi beberapa kali dengan pihak BEM kampus, BEM fakultas, Ormawa yang ada di kampus.

Kemudian, pihaknya juga berkalborasi, berkonsultasi, dan kemudian meminta back-up dari satuan TNI yang ada di Kota Lhokseumawe untuk pengamanan.

“Ini juga sangat berpengaruh terhadap pengamanan demo kemarin,” tegasnya.

Lalu, AKBP Dr Ahzan juga sempat menyampaikan bahwa dirinya dasarnya sudah lama bertugas di Lhokseumawe.

Sehingga mengenal berbagai pihak di Lhokseumewe, termasuk civitas akademika dan para mahasiswa.

Selama ini pun dirinya terus melakukan pendekatan dengan mereka.

“Ini salah satu upaya pendekatan dari kita. Karena memang harus kita rangkul dan harus kita dekati. Kami tidak unjuk-unjuk saja saat unjuk rasa.

Dimana kami datang dengan membawa temeng, water cannon dan sebagainya, kemudian berhadapan disitu, tentu tidak begitu,” tegasnya.

Jadi ada kegiatan-kegiatan pendahuluan yang dilakukan dalam rangka membicarakan dan berkoordinasi, agar aksi ini bisa berjalan damai, serta suluruh tuntutan mereka tersampaikan. Lalu kemudian dijawab oleh pihak yang dituntun.

Seperti Senin kemarin, wali kota dan Ketua DPRK hadir. Jadi apa yang menjadi tuntutan dari pendemo, bisa langsung terjawab.

“Jadi ada pendekatan dengan pengunjuk rasa dan kemudian pendekatan dengan pihak yang menjadi sasaran unjuk rasa. Ini pendekatan yang kami lakukan,” paparnya.

Disamping itu, pihaknya juga tetap berkomunikasi dengan seluruh stackholder, unsur muspida, dan tokoh yang ada di Kota Lhokseumawe.

“Bisa kita lihat, semua unsur Muspida kemarin hadir. Karena kita satu visi dan satu misi, yakni Lhokseumawe harus aman dan damai,” jelasnya.

Terima kasih kepada seluruh peserta aksi
Intinya, demo itu tidak harus rusuh. Demo itu tidak harus bentrok. Malah demo Itu harus tertib, aman, dan tenteram.

Diuraikan juga, penyampaian pendapatan di depan umum itu dilindungi oleh Undang-Undang. Tapi harus disampaikan secara tertib, sopan, dan beretika. Sehingga seluruh tuntutannya tersalurkan.

Karena bila sudah ribut, tentunya tidak tersampaikan tuntutan yang diinginkan.

“Misalnya, mereka mau menyampaikan tuntutan tentang kenaikan pajak PBB. Tapi kalau sudah ribut, kan wali kota tidak ada kesempatan menjawab saat aksi berlangsung, sehingga tidak ada solusi.

Tapi karena aksi berjalan aman, wali kota pun langsung turun untuk menjawab. Intinya bila damai, tuntutan tersempaikan, jawaban didapat, dan solusinya ada,” papar AKBP Dr Ahzan

Kapolres Lhokseumawe, Dr Ahzan, juga mengharap agar kedepannya bila ada aksi unjuk rasa, harus berlangsung seperti Senin kemarin. Dimana berlangsung secara tertib dan damai, tidak anarkis.

“Karena kita semua akan rugi bila sudah anarkis,” tegasnya.

Terakhir, AKBP Ahzan, mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta aksi dan semua pihak yang hadir di gedung DPRK Lhokseumawe.

“Semua telah memberi kontribusi sehingga aksi berjalan damai, aman, dan lancar,” demikian AKBP Dr Ahzan.

Baca juga: Ini 8 Tuntutan Pendemo di Gedung DPRK Lhokseumawe

Sebagaimana diketahui, Para massa yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pasee, pada Senin (1/9/2025) sekitar pukul 11.30 WIB, tiba di depan gedung DPRK Lhokseumawe untuk berdemo.

Tahapan demo pun berlangsung sekitar 2 jam. Setelah itu para pendemo pun membubarkan diri secara tertib.

Seluruh tahapan aksi kali ini pun berlangsung secara damai dan tertib, tanpa ada insiden apa pun.(*)

 

Sumber: Sn