Temuan Salah Satu Titik Hati Bumi Dunia Di Aceh Antara Dugaan Dan Kenyataan

oleh -699.759 views
Temuan Salah Satu Titik Hati Bumi Dunia Di Aceh Antara Dugaan Dan Kenyataan
Abu Bardan Bin Ismail Binti Budiman di Titik Hati Bumi dan lokasi tempat peribadatan temporer. (DOK MEDIAREALITAS)

BEUREUNEUEN | MEDIAREALITAS – Akhir-akhir ini para jamaah dari berbagai penjuru daerah Aceh acap sekali melakukan peribadatan di tengah rimba Tangse, Pidie. Kegemaran beribadah dilakukan sejak ditemukan Titik Koordinat Ketiga Hati Bumi Lima Benua, tiga tahun lalu.

Kegiatan peribadatan dalam bentuk zikir semalam suntuk dan shalat wajib serta shalat sunat lainnya, masih sering dikerjakan hingga Senin malam dan Selasa 28 Mei 2024 dipimpin Abu Bardan.

Menurut para jamaah kepada Mediarealitas, Rabu 29 Mei 2024, ibadah dan shalat sunat kali ini diiringi dengan bacaan qunut nazila untuk memohon keampunan kepada Ilahirabby agar Aceh dijauhi dari berbagai ancaman bala yang membayangi mereka.

Pusat peribadatan dipusatkan di sebuah lembah dikelilingi bukit kecil. Lokasi ini diyakini para jamaah sebagai tempat suci baru di pusat Hati Bumi (Ate Bumoe) ke tiga dunia yang belum lama ini ditemukan.

BACA JUGA :  Lantik Pejabat Sabtu Sore, Wali Kota Langsa Jeffry Sentana: Jangan Lambat, Birokrasi Harus Bergerak Cepat

Menurut “Abu Dirimba”, sesungguhnya Serambi Mekkah sesuai kesucian namanya ini masuk dalam peta tanah suci berleter L di dunia. Selain Baital Maqdis di Palestin, Baitullah di Mekkah dan Lembah Jabal Qabil pergunungan Tangse, Serambi Mekkah.

Areal pusat peribadatan di sini merupakan hamparan tanah terbuka beralaskan tikar plastik dengan atap terpal disangga tiang bambu seadanya.

Wartawan media ini yang sempat berkunjung ke lokasi ini seiring berkembangnya informasi ini, hanya menjumpai beberapa onggokan bangunan tua berukuran kecil terbuat dari bahan kayu usang.

“Inilah pondok kami”, sebut Abu Bardan Bin Ismail Binti Budiman dengan nada merendah sambil mempersilakan tamunya.

Temuan Salah Satu Titik Hati Bumi Dunia Di Aceh Antara Dugaan Dan Kenyataan
Leter L merah bermakna Aceh kelak masuk Tiga Segi Dunia yang memiliki titik Hati Bumi yang dianggap suci untuk tempat beribadah. Palestin, Mekkah dan Serambi Mekkah. (DOK MEDIAREALITAS)

Lokasi ini jauh di sebuah lembah dipayungi hutan belantara dan sebagian harus ditempuh dengan jalan menanjak dan sebagian lagi harus menuruni bukit sedikit terjal. Beberapa pondok dan satu unit rumah juga tidak memiliki penerangan lampu listerik.

Di antara pengunjung pekan lalu terlihat ada membawa bekal makanan sendiri. Ada yang memboyong Balita. Anehnya selama berada di tempat ini tidak ada satu orang pun merasa digigit nyamuk serta pacat, kecuali di luar kawasan Ate Bumoe ini.

Ketiga Central Bumi berlebel “L”, kini dianggap sebagai tempat suci menurut versi Abu Bardan.Lokasi temuan atas ilhami Rabby ini mewakili lima benua, Amerika, Eropa, Afrika, Asia dan Australia.Titik L paling Barat adalah Baital Maqdis di Palestin, titik L Tengahnya adalah Baitullah di Mekkah dan titik L paling Timur adalah di Serambi Mekkah(Aceh).

Letak koordinat hati bumi yang katanya suci, diperlihatkan Allah dalam wujud sumber tiga pencahayaan (hijau, merah dan putih) berada di kawasan pergunungan Pidie. Persisnya antara Kabupaten Pidie, Aceh Barat, Aceh Jaya dan sedikit bersentuhan dengan pinggiran Tenggara Aceh Besar.

Katanya, luas dunia ini bila diukur dari Lokasi keberadaan Ka’bah ke segala penjuru dunia atas(langit) dan bawah (kedalaman bumi) serta sekeliling penjurunya memiliki jarak serupa 160 juta kilometer.

Di balik itu, rada unik kedengaran dari ocehan balita tanpa dosa dengan panggilan Uti keesokan hari. “Enak tidur tadi malam tanpa nyamuk dan dingin, macam di hotel”, tuturnya celat kepada Atok dan papinya Dafid.

Padahal bayi ini baru berusia tiga tahun lebih ini pertama sekali bermalam di hutan belantara yang gelap gulita ini.

Malam itu mereka hanya berbekal penerangan lampu teplok tanpa sikat gigi. Mobil ortunya terjebak lumpur dan jalan licin di bukit agak terjal ini. Namun bayi ini tetap tidur lelap dan makan apa adanya di tengah kegelapan malam itu.

Si Balita asal Meulaboh ini justeru ingin menetap terus di hutan belantara bersama Abu bejanggut dan berjambang lebat ubanan ini.

Sosok “Abu Dihutan” yang sederhana dan hafid Al-Qur’an tak pernah sepi beristirfar, berzikir, bertahmid, bertahlil dan berzikir.

Hampir setiap saat dari mulutnya mengalun -ngalun ayat suci Alquran dengan suara menawan dan tegar ini.Abu ini juga menguasai banyak bahasa walau tinggal di tengah rimba.

Amatan Mediarealitas, Lembah Ate Bumoe dikelilingi Jabal Qabil Autat, dan aliran alur air kecil yang tak pernah kering di musim kemarau.Lembah ini juga dilingkari perkebunan rakyat yang terkesan tidak diurus.

Wajah Abu Bardan yang seperti sengaja mengasingkan diri ini, sekilas dipandang mirip dengan wajah di tiang salib yang disebut Yesus atau Ruhul Qudus oleh orang kristiani. Wallahualambissawab.

Penulis: Adnan NS