BEM USK Adakan Kegiatan Waktu Inong Berkarya

oleh -797.759 views
BEM USK Adakan Kegiatan Waktu Inong Berkarya

Darussalam | MEDIAREALITAS – Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan (PPP) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala (USK) mengadakan kegiatan Waktu Inong Berkarya (WIB) di Tenun Mutiara Songket.

Acara dengan tema “Pemberdayaan Perempuan Menginspirasi perubahan, Membangun Masa depan”, berlangsung di Desa Krueng Kalee, Darussalam, Minggu (3/92023).

WIB merupakan program kunjungan ke Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dikelola oleh perempuan dan memberdayakan perempuan di daerah Aceh.

Kegiatan ini dirancang untuk memperluas wawasan dan pemahaman mahasiswa serta masyarakat tentang potensi industri kreatif hasil karya perempuan Aceh.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengatasi stigma negatif yang sering melekat pada perempuan dalam dunia usaha.

Dalam kunjungan ini hadir 15 orang peserta terpilih yang telah lulus tahap kurasi dari berbagai universitas yang ada di Aceh.

Mereka terlibat aktif dalam Talk Show yang dihadiri oleh tiga narasumber yaitu; Dr. drh. Faisal Jamin, M. Si., perwakilan dari biro kemahasiswa USK. Ira Mutiara selaku owner dari Tenun Songket Mutiara.

Selain Talk Show, para peserta dan seluruh staff kementerian PPP juga diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pengelola UMKM, mendapatkan penjelasan tentang teknik produksi, membantu dalam proses produksi, dan melihat hasil-hasil karya UMKM.

BACA JUGA :  Perkara Beasiswa BPSDM Aceh Masuki Babak Baru P21 di Kejaksaan

Dengan tujuan agar seluruh partisipan dalam kegiatan WIB dapat mempelajari dan mengenal nilai-nilai budaya leluhur yang ada di masyarakat Aceh.

Salsabila Heldika Putri, Menteri PPP BEM USK menyampaikan alasan kenapa memilih Tenun Mutiara Songket sebagai tujuan untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan dibidang ekonomi kreatif adalah karena hasil dari produk kerajinan ini telah Go Internasional.

Tenun Mutiara Songket Aceh ini sangat menarik perhatian, produknya telah dipakai Ariel Tatum di Paris Fashion Week. Sehingga kami memilih UKMKM ini sebagai sasaran dengan tujuan agar para perempuan yang terlibat dalam kegiatan ini nantinya mampu ikut andil dalam melestarikan kekayaan budaya tradisional agar tidak punah atau diklaim oleh daerah maupun negara luar, ucap Dia.

“Seluruh partisipan pada kegiatan WIB ini kami beri kesempatan untuk mendengarkan dan berdiskusi secara langsung dengan pemilik UMKM. Yang mana diskusi ini menjadi sarana bagi mereka untuk memahami lebih dalam tentang peran perempuan dalam menggerakkan ekonomi lokal. Mereka juga bisa lihat langsung gimana proses produksi dari tenun mutiara songket dan gimana tingkat partisipasi perempuan dalam membangun ekonomi daerah”, jelas Salsabila, Kamis (7/9/2023).

BACA JUGA :  Afsal Sabil MAhasiswa SPI dan Habil Jian Afip Menang Telak, Pimpin Presiden Mahasiswa IAIN Langsa Periode 2026/2027

Bahkan kata Dia setiap peserta diberikan kesempatan untuk menenun yang diarahkan langsung oleh owner dan karyawan disini, tambahnya.

Shalsabila Leisca, mahasiswi FEB USK, sebagai peserta di kegiatan WIB memberikan tanggapannya terhadapah acara ini, karna masi jarang banget malahan ada program untuk mahasiswa yang mana bisa mengekspresikan dirinya dengan baik dan leluasa.

Adanya WIB kita sebagai mahasiswi jadi lebih tau bahwa masih banyak produk lokal yang harus kita gencarkan ke depannya agar masyarakat lebih tau bahwa produk lokal juga mempunyai kualitas yang tinggi dan baik,” jelasnya.

Selain itu, Ayuni ikut memberikan review terhadap kegiatan ini. Harapan nya kedepanya kegiatan seperti ini akan terus berlanjut untuk menjadikan inong-inong aceh yang cerdas dan berkarya, jelasnya.

M. Habil Fasya, Ketua BEM USK 2023 juga ikut memberikan apresiasi terhadap program kerja yang di inisiasi oleh Kementerian PPP.

“Waktu Inong Berkarya yang diinisiasi oleh Kementerian PPP BEM USK adalah program kerja yang dilaksanakan untuk memberdayakan perempuan” ucap M. Habil.

Perempuan layak menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda, membuktikan bahwa impian dapat diwujudkan dengan tekad dan kerja keras. tutup M. Habil. (IC)