Kegiatan Pertemuan Nasional Dilaksanakan Adinkes

oleh -174.759 views
Kegiatan Pertemuan Nasional Dilaksanakan Adinkes

Tangsel | Realitas – Adinkes melakukan pertemuan Nasional peran desa dalam penanggulangan AIDS-Tuberkulosis-Malaria (ATM) yang berlangsung selama 3 hari mulai 31 Oktober 2022 sampai 2 November 2022.

Avara dilaksanakan di hotel horison serpong BSD tangerang selatan, di kegiatan tersebut di hadiri oleh Dr. Yusharto Huntoyungo, M.Pd, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa, KEMENDAGRI , Sugito, S.Sos, MH, Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan,KEMENDESA PDTT.

Setiap tahun ada 800- 1 jt insidens kasus TBC baru di Indonesia, hanya sekitar 300-400 ribu yang ditemukan, ada 400-500 ribu tidak diketahui dan ini berpotensi menularkan TBC.

BACA JUGA :  PIC SPPG Alu Bili Ridhaya Tegas Tolak Wacana Libatkan Kantin Sekolah dalam Program MBG

untuk itu ADINKES (Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia) melaksanakan Pertemuan Nasional dengan mengundang kehadiran Bappeda dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dari 34 Provinsi seluruh Indonesia untuk merumuskan upaya bersama kedepan, memperbaiki upaya penanggulangan AIDS-Tuberkulosis-Malaria.

Dalam hal Tuberkulosis (TBC), 20-30% kasus TBC di Indonesia itu berhubungan dengan perilaku merokok, sehingga penting implementasi Kawasasan Tanpa Rokok (KTR) diberlakukan untuk menurunkan konsumsi merokok serta mencegah asap rokok terhirup oleh non-perokok.

Ada 30-an lebih penyakit ter-asosiasi dengan rokok, sehingga penting untuk menurun perokok dan mencegah perokok baru di Indonesia.

BACA JUGA :  Hujan Mulai Meningkat, Lapas Lhoksukon Siaga Banjir: Perahu Karet Diservis dan Dipastikan Siap

Kemendagri dan Kemendesa sudah mengatur kebijakan terkait hal ini, penting untuk mengingatkan dan mendorong Bappeda dan Dinas PMD untuk bersama-sama stakeholder di desa/kampung untuk memastikan warga nya tidak merokok sembarangan dan berupaya untuk berhenti merokok.

Hakitat dan tujuan pembangunan desa untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, meningkatkan pelayanan publik di desa, penanggulangan kemiskinan dan menjadikan masyarakat desa sebagai subjek pembangunan, indikator indeks desa membangun sosial ekonomi dan ekologi.

Kementerian desa PDTT dan transmigrasi bersama kemenkes RI telah selesai menyusun panduan fasilitasi desa peduli kesehatan, ucapnya. (Welly)