Masyarakat Segamit Pertanyakan Laporan Kades Pemalsuan Tanda

oleh -180.759 views
masyarakat Segamit, Semende Darat Ulu, Muara Enim, atas dugaan oknom kepala desa yang melakukan pemalsuan tanda tangan BPD

Muara Enim | REALITAS – Terkait laporan masyarakat Segamit, Semende Darat Ulu, Muara Enim, atas dugaan oknom kepala desa yang melakukan pemalsuan tanda tangan BPD dan mengakui dari perbuatannya itu, warga pertanyakan kasus tersebut.

Jauhari, Yani dan walit, selaku masyarakat Desa segamit, mempertanyakan laporan mereka ke Kanit pidum terkait pengaduan lebih kurang lima hari yang lalu, Rabu (23/2/2022).

Mereka kembali mempertanyakan sejauh mana terkait laporan kasus oknom kepala desa segamit yang melakukan pemalsuan tanda tangan, dan dugaan melakukan penyimpangan dana desa,

Jauhari, Beserta Dua Orang temannya langsung mendatangi Ketua DPD JPKP Muara Enim Guna untuk meminta pendampingan terkait ingin menelusuri perihal laporan Seminggu yang lalu. ucapnya kepada awak media.

Jauhari, M Yani, Walit, tiga Orang Masyarakat Desa Segamit ini Meminta pertolongan kepada, ketua DPD JPKP Muaraenim, Zulpadlil Azim.

ia Sangat perlu pendampingan untuk menelusuri laporan kami ini, ungkapnya, kepada Ketua DPD JPKP Muara Enim Zulpadlil Azim.

Zulpadlil Azim, Selaku ketua DPD JPKP Muara Enim, memaparkan bahwah laporan oknom kepala desa segamit ini yang diduga telah melakukan pemalsuan tanda tangan dan melakukan penyimpangan dana desa langsung mendatangi Kantor Mapolres Muara Enim bersama masyarakat.

Kedatangan kita ke kantor Polres Muara Enim Untuk Mendampingi masyarakat Karna Tugas Dan Kewajiban Selaku Omas JPKP.

Mendampingi Dan Melaporkan, Bahkan laporan ini suda di tembuskan kepada presiden RI, dan PP JPKP pusat, ujarnya.

Setelah Sampai di Kantor mapolres Muara Enim, ia di Sambut dan diterima Oleh kasi Pidum, Rahmat, Kemudian Mengenai pertanyaan kami, di jawabnya langsung Oleh kasi pidum bahwa laporan itu Sudah di terima Oleh Kapolres.

Berhubung Kanit Pidum Masih Di Jakarta maka kamu Harap menunggu, Selama Empat Belas Hari,(14) terhitung Dari pertama kali melapor, ucapnya.

Kita harapkan kasus ini dapat diaselesaikan sampai tuntas, ujarnya.