Bogor I REALITAS – Nahdlatul Ulama Kabupaten Bogor menyelenggarakan Istogosah dan Bahtsul Masail dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (Harlah) NU ke-96, Bupati Bogor Hj Ade Yasin juga menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam acara ini, Minggu 30 Januari 2022.
Turut hadir dalam acara itu AKBP DR. Iman Imanuddin, Kapolres Bogor, Letkol Gangan Rusgandara, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Tim Percepatan Pembangunan Strategis Kabupaten Bogor, Saepudin Muhtar (Gus Udin), Agus Ridholah,. Kadis Perhubungan, KH Aim Zainudin, Ketua PC NU Kabupaten Bogor, H.Abas Resmana Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bogor , Ketua DPC PKB, Ketua MUI Kabupaten Bogor , Pimpinan Cabang Kecamatan NU Kabupaten Bogor, dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutanya Ade Yasin mengatakan”Saya mengucapkan selamat hari lahir Nahdatul Ulama yang lahir pada tanggal 31 Januari 1926 atau bertepatan dengan 16 Rajab 1344 H merupakan hari lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU).
Dengan begitu 31 Januari 2021 merupakan Milad NU yang ke 95, NU tetap kedepankan nasionalisme dan toleransi, dan NU juga harus mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman, dengan kondisi yang serba elektronik dan serba digital, bagaimana nahdatul ulama harus mampu bermetamorfosis, jangan hanya kita duduk diam sehingga ketinggalan dengan perkembangan zaman,”tutur Ade Yasin.
Ini akan menyulitkan teman teman kita yang masih bodoh, dan yanh tua juga harus mengikuti perkembangan zaman, karena nilai nilai baru itu akan lebih baik lagi bagi umat ketika kita mampu menyesuaikan dengan kondisi yang ada, bahwa sesederhana nya adalah merawat tradisi lama yang baik, kita rawat tradisi yang lama, dan kita harus adaptif dan inovatif dengan tradisi yang baru, seperti yang sekarang ada daring, sekolah daring, sekarang karana pengajian juga karena memang semakin tinggi semakin tinggi kita lakukan secara daring,” jelas Bupati Bogor.
Tapi tidak mengurangi kekhusuan kita untuk berdoa meminta kepada Allah SWT, jadi masih boleh kita menyesuaikan dengan kondisi zaman sekarang,”tambahnya.
Bagaimana tantangan NU dalam menghadapi tantangan keumatan, pertama adalah kita harus waspada terhadap penomena islam radikal, baru baru ini ada beberapa lokaso yang di indikasikan menjadi sarangnya teroris, nah ini harus menjadi kewaspadaan,”ujarnya.
Para tokoh NU dilingkungan nya masing masing agar waspada dengan orang orang pendatang, yang tiba tiba datang yanh perilakunya aneh atau dia tidak pernah keluar rumah, dan menerima tamu, hanya tamu tamu tertentu, kita harus amati dan kita cermati,”tukasnya.
Kita meminta kepada RT,RW untuk selalu tetap menetapkan tamu 1×24 jam harap lapor,karena banyak tamu dan orang indekos tidak pernah lapor ke RT dan RW, tapi RT,RW nya cicing wae,,ini yang sangat berbahaya,tanyakan apa sudah lapor ke ketua RT atau belum, karena di Cibinong saja ada pernah di tangkap di daerah Nanggewer,jadi waspadai dilingkungan masing masing “tegas Bupati Bogor.
Mudah mudahan Kabupaten Bogor bebas dari aksi aksi radikal dan terorisme,peran kyai harus lebih masif lagi turun ke masyarakat, karena banyak anak anak muda yang mencari jati dirinya sehingga mereka salah menentukan arah dan sikap, “pungkasnya.


