Keluh Sulit Tidur, Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal Tercebur ke Sumur

oleh -137.759 views
Keluh Susah Tidur, Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal Tercebur ke Sumur
Ilustrasi evakusasi korban yang tercebur ke sumur

Tulungagung I Realitas – Seorang pria paruh baya ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam sumur.

Insiden itu menimpa SJN (58), warga Desa Gebang, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Awalnya, korban mengeluh tak bisa tidur.

Lalu korban diberi saran agar mematikan lampu rumah sebelum tidur.

Jasad korban ditemukan pada Rabu (18/8/2021) pagi.

Menurut Kasubag Humas Polres Tulungagung, Iptu Tri Sakti Saiful Hidayat, korban sempat berbincang dengan kedua saudaranya. “Korban ini mengeluh sulit tidur. Oleh saudaranya disarankan untuk tidur dengan mematikan lampu rumahnya,” terang Tri Sakti.

BACA JUGA :  Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi Resmi Dilaporkan ke KPK, Dugaan Korupsi Fee Proyek 15 Persen Hingga Dana Bencana

Korban sempat memberi tahu saudaranya, jika dia sudah mematikan lampu rumahnya.

Mereka kemudian tidur di rumah masing-masing yang saling berdekatan. Sekitar pukul 05.30 WIB, warga bernama Suparminto memberi tahu jika SJN tercebur ke dalam sumur miliknya.

“Saat itu korban sudah ditemukan di dasar sumur milik Suparminto. Kejadian itu lalu dilaporkan ke Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” sambung Tri Sakti.

Sumur tempat kejadian adalah sumur lama dengan pengaman beton setinggi sekitar satu meter. Kedalaman sumur sekitar lima meter. Personel Polsek Pakel dan TNI dibantu warga mengevakuasi tubuh SJN dari dasar sumur.
“Korban ditemukan sudah meninggal dunia. Hasil pemeriksaan tidak ada tanda kekerasan yang menyebabkan kematian,” ungkap Tri Saksi.

BACA JUGA :  Komisi IV DPR RI dan Kementerian Kehutanan Genjot Sosialisasi Masyarakat Peduli Api di Aceh Tamiang

Korban mengalami luka lebam karena terjatuh ke dalam sumur dengan diameter sekitar 1 meter ini. Personel Unit Inafis Satreskrim Polres Tulungagung memeriksa kondisi fisik korban, dan memastikan korban meninggal karena kecelakaan. Pihak keluarga juga menyatakan kejadian ini sebagai kecelakaan murni, dan menolak untuk autopsi.
“Setelah visum jenazah SJN diserahkan ke pihak keluarga supaya segera dikebumikan,” pungkas Tri Sakti. (*)

Sumber: Trb