Ratusan Warga Pelaku UMKM Penerima Bantuan Abaikan Prokes

oleh -273.759 views
Tampak ratusan warga penerima UMKM rela berdesakan dan antri di Bank BRI unit Jalan A Yani, Selasa (15/12/2020), mengabaikan prokes.

LANGSA I Realitas – Ratusan Warga Pelaku UMKM Penerima Bantuan Abaikan Prokes.

Ratusan warga Kota Langsa sebagai pelaku Usaha Micro Kecil dan Menengah (UMKM) penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dalam beberapa hari ini menyerbu Bank Rakyat Indonesia (BRI), Selasa (15/12/2020), mengabaikan protokol kesehatan (prokes).

Pantauan wartawan, warga memadati Kantor Cabang BRI maupun sejumlah Kantor Unit BRI seperti di Jalan T Umar, Iskandar Muda serta semua outlet BRI dalam wilayah Kota Langsa untuk mencairkan bantuan tersebut, Selasa (15/12/2020).

Bahkan sejak pukul 08.00 warga sudah rela mengantri di pintu depan Kantor BRI hingga memadati areal halaman parkir Bank tersebut, bahkan ada yang berdesakan tanpa adanya jaga jarak.

BACA JUGA :  Imigrasi Kelas II TPI Langsa Didemo masyarakat Kota Langsa

Seorang pelaku UMKM, Yanti, yang ditemui wartawan, menyatakan bahwa dirinya sudah mulai mengantri sejak pagi hari demi mendapatkan bantuan tersebut, kendati berdesakan antusias warga tak surut untuk menerima uang tersebut.

“Sudah sejak pagi kami mengantri panggilan dari pihak BRI, kami tetap sabar,” ucap Yanti.

Terpisah Plt Kadisperindagkop dan UKM Kota Langsa, Samsul Bahri SE, mengatakan bahwa hingga ditutupnya penerima bantuan UMKM untuk Kota Langsa berjumlah 18.996 berkas yang masuk.

Lanjutnya, hingga sejauh hari ini belum ada data real yang dikirimkan oleh pusat ke Kota Langsa yang sudah mendapatkan bantuan UMKM tersebut.

BACA JUGA :  Imigrasi Kelas II TPI Langsa Didemo masyarakat Kota Langsa

“Sampai saat ini belum ada data yang masuk terkait berapa banyak untuk penerima UMKM Kota Langsa, kemungkinan besar dalam Minggu ini sudah ada dikirim,” kata Samsul.

Kendati demikian, kita harapkan kepada penerima bantuan dapat kiranya mengoptimalkan penggunaan dana tersebut.

Karena Pemerintah pusat mengalokasi dana yang besar ini memang bertujuan untuk membangkitkan ekonomi masyarakat ditengah Pandemic Covid 19.

“Gunakanlah dana sebesar Rp.2,4 juta ini untuk bangkitkan ekonomi rakyat, semoga saja dengan adanya suntikan dana segar ini ekonomi warga Langsa pulih.

Serta bangkit dari keterpurukan ditengah wabah Covid 19 saat ini, serta hindari berdesakan yang tetap memperhatikan prokes,” imbuhnya. (Rapian)