Bayi Penumpang Kapal Fery Lahir Meregang Jawa Dikantor Pelabuhan Singkil

oleh -387.759 views

Aceh Singkil I Realitas Bayi Penumpang Kapal Fery Lahir Meregang Jawa Dikantor Pelabuhan Singkil.

Salah seorang Penumpang KMP. Teluk Singkil melahirkan bayi laki-laki merengang nyawa di kantor pelabuhan penyebrangan ASDP Fery cabang Singkil, Provinsi Aceh.

Peristiwa ini sempat viral di Medsos dan Dari berbagai informasi yang dihimpun Realitas, Rabu malam (29/7/2020) bayi itu anak pasangan dari penumpang kapal feri yakni, Ibunya, Yustina Gulo (25) dan Tawari Hia (27) yang hendak berangkat ke Gunung Sitoli, Nias, Sumatera Utara namun tertahan dipelabuhan ASDP Cabang Singkil.

Peristiwa meninggalnya bayi dari pasangan muda yang hendak pulang kekampung halamannya itu saat hendak melahirkan bayinya dalam keadaan sungsang dan terlambat penanganannya pada Selasa (28/7/2020) menjelang Subuh.

Sebelum peristiwa memilukan itu terjadi, keadaan Yustina istri Tawari Hia saat itu dalam keadaan hamil tua, dan bersama anak pertamanya berusia 1,5 tahun masih dalam digendongnya.

BACA JUGA :  Aceh Barat Tak Masuk Daftar Tambahan TKD Rp824 M, YARA Kecam Keras TAPA: “Jangan Anak Tirikan Kami!”

Yustina Gulo merencanakan proses kelahiran anaknya kampung halamannya di Nias.

Namun, malang ketika pasangan suami istri Yustina, Tawari Hia dan anak pertamanya hendak berangkat dipemeriksaan akhir tiket, mereka tidak mempunyai kelengkapan dokumen surat rapid tes kesehatan bebas COVID-19 sesuai surat edaran yang keluarkan oleh pihak walikota gunung sitoli.

Sehingga suami istri itu dan penumpang lain yang juga tak memiliki dokumen dibatalkan untuk berangkat menuju Nias.

Sehingga para penumpang terpaksa menginap di ruang tunggu penumpang kantor Pelabuhan Feri ASDP Cabang Singkil, Pulo Sarok.

Keesokan harinya selasa (28/7/2020) sekitar pukul 03.30 WIB dini hari Yustina yang sedang dalam keadaan hamil tua melahirkan seorang diri tanpa medis. anak yang lahir berjenis kelamin laki – laki dalam keadaan meninggal dunia.

Kelahiran bayi laki-laki malang itu sempat mengegerkan penumpang lainnya karena kelahiran wanita itu tanpa pertolongan Bidan dan Bayinya seketika meninggal ditempat.

BACA JUGA :  Aceh Barat Tak Masuk Daftar Tambahan TKD Rp824 M, YARA Kecam Keras TAPA: “Jangan Anak Tirikan Kami!”

Kemudian selang beberapa menit dibantu warga Yustina dievakuasi ke Puskesmas Singkil dengan mobil ambulan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk mendapatkan proses perawatan persalinan.

Selanjutnya sekitar Pukul 20.00 WIB keluarga  korban kembali dari Puskesmas ke kantor Pelabuhan Singkil untuk keberangkatan  ke gunung sitoli (nias) via KMP  Teluk Singkil namun karena cuaca buruk kapal Feri gagal berangkat.

Sehingga atas permintaan keluarga korban meminta bayinya di suntik formalin dan di fasilitasi oleh pihak kantor Perhubungan, ASDP dengan menghubungi tenaga medis dan dilaksanakan penyuntikan oleh tenaga medis dari RSUD Singkil.

Penyuntikan formalin berjalan lancar dan selesai pukul 11.00 WIB.

Hingga pada Rabu (29/7/2020) Yustina, bersama suaminya Tawari Hia dan anak pertamanya serta penumpang menuju Gunung Sitoli diberangkatkan menaiki KMP Teluk Singkil.

Itupun kabarnya izin berangkat atas tanggung jawab Kepala Pelabuhan Gunung Sitoli, Sumatera Utara.(Rostani/Yudi).