Ulah Tak Termaafkan Pegawai Starbucks Berujung Pemecatan

oleh -289.759 views

Jakarta I Realitas – Ulah Tak Termaafkan Pegawai Starbucks Berujung Pemecatan.

Pihak Starbucks Indonesia mengambil langkah tegas terkait ulah pegawainya yang mengintip payudara pelanggan lewat CCTV. Ulah pegawai tersebut berujung pada pemecatan.

Starbucks Indonesia menilai tindakan tersebut tak termaafkan karena tidak sesuai dengan norma-norma perusahaan. Starbucks Indonesia berjanji peristiwa serupa tidak akan terulang.

“Kami telah menindaklanjuti kejadian tersebut dengan karyawan yang bersangkutan dan memastikan agar tidak terulang kembali kejadian seperti ini,” kata Senior General Manager Corporate PR and Communications PT Sari Coffee Indonesia, Andrea Siahaan, kepada wartawan, Jumat (3/7/2020).

“Perilaku tersebut tidak dapat kami toleransi dan individu yang bersangkutan sudah tidak bekerja lagi bersama PT Sari Coffee Indonesia,” tambahnya.

Ulah pegawai mengintip payudara pelanggan lewat CCTV viral di media sosial (medsos). Tindakan tersebut dikecam banyak pihak karena dianggap sebagai pelecehan seksual. Bahkan peristiwa tersebut membuat netizen perempuan khawatir bila datang ke gerai Starbucks.

BACA JUGA :  FH Unsam dan Mahkamah Syar’iyah Langsa Teken MoA, Perkuat Kompetensi Mahasiswa Melalui Kajian Penalaran Hukum

Starbucks Indonesia mengaku kasus tersebut menimbulkan keresahan. Starbucks menyatakan selama ini selalu menerapkan standar yang tinggi agar setiap pelanggan di seluruh gerai merasa nyaman dan aman.

BACA JUGA :  Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Lambaro - Batas Sigli Rp12 Miliar Disorot, Alamp Aksi Minta APH dan Itjen PUPR Turun Tangan

“Kami PT Sari Coffee Indonesia sangat resah mengetahui bahwa telah terjadi perilaku di luar norma yang kami junjung, di mana kami berharap setiap pelanggan di seluruh gerai kami merasa nyaman dan aman,” ujar Andrea.

Dalam kasus ini, PT Sari Coffee Indonesia tidak menyebutkan identitas pegawai tersebut ataupun waktu dan lokasi kejadian.  wartawan telah mengajukan sejumlah pertanyaan kepada Andrea via e-mail terkait peristiwa tersebut.(Dtc/Red)