Dosen Malaysia Ditangkap, Pesan Narkoba Saat Lockdown

oleh -190.759 views

Kuala Lumpur I Realitas – Seorang dosen sebuah perguruan tinggi di Malaysia ditangkap karena memesan narkoba pada masa pembatasan gerakan (MCO) atau disebut juga sebagai lockdown demi pencegahan virus Corona. Dosen tersebut ditangkap bersama dua orang lainnya.

Jumat (17/4/2020) Direktur Investigasi Kejahatan Narkotika Bukit Aman (NCID), Comm Datuk Ramli Din menceritakan kronologi penangkapan tersebut.

Dia menjelaskan, awalnya polisi memeriksa paket-paket yang dibawa oleh seorang pengendara Grab Food. Ketika itu, pengendara berhenti di sebuah penghalang jalan di Jalan Rakyat dekat depot KTMB pukul 2:20 siang waktu setempat, pada 15 April.

“Petugas polisi yang bertugas menemukan empat paket plastik transparan berisi 4 gr sabu,” kata Comm Datuk Ramli Din.

Dia menuturkan, si pengendara mengklaim bahwa paket itu dia peroleh dari seorang pria Eropa. Paket itu dikirim untuk seorang pria di Bangsar.

Ramli menambahkan bahwa penyelidikan membawa polisi untuk melacak pria di Bangsar itu. Ternyata, pria itu adalah seorang dosen. Dosen tersebut kemudian ditangkap.

“Dosen kemudian mengarahkan polisi ke pemasok narkoba di Jalan Imbi. Kami menahan pria Portugis dan seorang wanita lokal dan menyita 51,44 gram ganja, 11,39 gram metamfetamin, 3,3 gram ketamin, 17 pil ekstasi, dan lima pil Erimin 5,” ujar Ramli.

Selain itu, dia menambahkan, dalam kasus lain, seorang pengemudi Grab ditahan di sebuah penghalang jalan di Klang pada 15 April.

“Kami menemukan 14,11 gram ganja yang disembunyikan di dua roti. Kami mengidentifikasi pengirim sebagai ‘Dave Danial’ sementara penerima yang dimaksud adalah seorang pria yang dikenal sebagai ‘Nesh’. Kami masih menyelidiki dan akan melacak mereka yang terlibat,” tandas Ramli.

“Kasus lain terjadi di Bandar Sunway pada 14 April di mana 118 gram ganja disembunyikan di 10 kotak mainan anak-anak,” lanjutnya.Ramli mengatakan sindikat akan menggunakan berbagai cara untuk menghindari deteksi polisi. Termasuk menyembunyikan obat dalam paket makanan.(Dtc/Red)