Jakarta I Realitas – Pengusaha KADIN DKI Jakarta Siap Membantu Pemerintah Untuk Preventif Dengan Lockdown.
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta mengundang kalangan pengusaha yang berasal dari kalangan Kadin DKI Jakarta dan Apindo DKI Jakarta, untuk mengadakan rapat bersama membahas dampak wabah Covid-19.
Pertemuan tersebut berlangsung di Lantai 2 Kantor Disnakertrans dan Energi DKI Jakarta, pada Minggu (15/3/2020) siang.
Rapat dihadiri Pengusaha di DKI Jakarta dan Asosiasi yang Anggota Luar Biasa Kadin DKI Jakarta dan Apindo DKI Jakarta.
Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Hj. Diana Dewi, di dampingi Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan, Pendidikan dan Pelatihan Heber Simbolon ketika diwawancarai terkait Pertemuan tersebut mengatakan menghadapi kondisi negeri Kita yang seperti ini, kita harus siap dengan Musibah ini, kejadian ini bukan hanya di Negara kita tapi juga secara global.
Sangat memprihatinkan sehingga kita harus melangkah dan apapun harus kita lakukan terutama sebagai pengusaha.

Hari ini kita dari pengusaha yang ada di Kadin DKI Jakarta dan Apindo, akan mengadakan satu langkah yang mungkin ini adalah yang buruk dari yang terburuk bahwa kita harus preventif dengan mengadakan Tindakan seperti sekarang yang di sekolah, kemudian BUMN sudah memberlakukan pengetatan di karyawannya.
jadi kita akan berani mengatakan bahwa KADIN DKI Jajarta akan siap membantu preventif dengan Lockdown.
Lanjut Hj. Diana Dewi, tetapi bukan berarti seluruhnya. Kita juga akan melihat bagaimana perusahaan-perusahaan yang mempunyai hajat hidup orang banyak kemudian mempunyai pelayanan-pelayanan umum. Ada tiga klaster yang harus kita perhatikan.
Pertama kemungkinan kita tutup 100 persen kedua sebagian dan ketiga Tidak di tutup tapi dengan beberapa syarat.
Yaitu bahwa yang buka sebagian ataupun yang tetap buka, akan menjalankan langkah-langkah pencegahan dan antisipasi penularan Covid-19, yaitu dengan mengukur Suhu badan dan Hand Sanitazier kepada semua Karyawan serta semua tamu kantor.
“Salah satu contoh hiburan malam kita sarankan tutup 100 persen dan yang lain disesuaikan dengan konsisi perusahaan masing-masing”. Tegas Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi.
Lanjut Diana Dewi, makanya kita membuat tiga klaster tapi semuanya disesuaikan juga dengan kebutuhan dan kondisi perusahaan masing-masing, misalnya contoh jalan tol tidak mungkin 100 persen ditutup
Jadi akan kita sampaikan ke pemerintah, tadi kita sepakati bahwa dari Kadin dan Apindo akan bersama-sama membentuk satgas yang akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah apa yang menjadi kesepakatan antara pengusaha yang pada siang ini berkumpul.
Seperti pertimbangannya karena di negara lain yang melakukan Lockdown bukan berarti malah menjadi meningkat tapi di situ kita seperti berpuasa, artinya semua bisa terkendali dan harapannya seperti itu. Jangan sampai ini malah meluas kemana mana lagi.
Biasa nya, Kita sebagai pengusaha selalu bicara profit, kondisi sekarang ini merupakan kerugian buat kita, ini sebenarnya kita mundur tapi kita mundur untuk melangkah ke depan karena dengan kondisi kita colingdown semua bukan berarti karyawan yang kita rumahkan bisa melakukan kegitan-kegiatan di luar dengan tidak benar.
Dengan kita rumahkan kita tidak melakukan kegitan-kegiatan terutama berhadapan dengan orang lain yang kita tidak tahu bahwa diri kita sehat atau tidak. Untuk Lockdown berapa lama? sementara kita imbau 14 hari kerja. Ujar Diana Dewi.
Ketua DPP Apindo DKI Jakarta Solihin menyatakan, hari ini dirumuskan protapnya berkaitan dengan hal itu mungkin poin penting yang disampaikan tadi bagaimana pengetahuan masyarakat tentang Covid-19 karena semakin kita tahu tentang hal ini kewaspadaan kita akan meningkat jadi bahasanya jangan anggap remeh lah karena sudah dibuktikan negara-negara yang begitu peduli dengan hal ini pencegahannya pengeluarannya kecil tapi kalau negara-negara yang tidak peduli itu luar biasa nah kita gak mau masuk ke golongan itu.
Untuk itu kita melakukan upaya-upaya di dalam merebaknya kasus ini sehingga tadi ada satgas segala tapi protapnya sore ini dirumuskan karena presiden sudah menunjuk kepala gugus tugas dan DKI akan diketuai okeh pak Sekda DKI Jakarta, ujar Solihin
Dampak menjelang puasa pertama kalau kita melihat dalam kondisi yang sekarang kita ditanya mengenai kesiapan dari pada kebutuhan masyarakat.
Apa sih kebutuhan masyarakat yang menunjang kegiatan baik di rumah maupun ditempat kerja.? yaitu kebutuhan pokok.
Untuk diimbau kepada pengusaha yang menyediakan barang-barang seperti itu harus siap dengan kondisi yang akan kita hadapi dalam kondisi paling tidak baik.
Pengusaha meyakinkan bahwa stok cukup saat ini dari beras dan sebagainya kecuali gula, di luar dari itu gak usah khawatir cukup, jadi gak perlu pembelian berlebihan dari masyarakat, ungkap Solihin
Kepala Dinas, Andri Yansah menjelaskan, perlu saya sampaikan bahwa ini baru wacana persiapan apabila kebijakan itu diambil DKI saya berinisiatif untuk mengumpulkan semua pengusaha melalui asosiasinya.
Alhamdulilah hadir ibu Diana Dewi Ketua Umum Kadin DKI beserta Pengusaha dan beberapa Asosiasi Anggota Luar Biasa nya dan Bapak Solihin Ketua Apindo DKI dan anggotanya.
Kami paparkan situasi kondisi berkaitan dengan fakta dan data kita komparasi dengan negara-negara yang sudah terjangkit dengan negara-negara yang sudah penangannya bagus.
Akhirnya kita sampaikan kepada pihak KADIN, Asosiasi dan Pengusaha, dan ini akrhinya mendapatkan respon positif sehingga kami memutuskan membentuk tim khusus baik dari KADIN dan APINDO maupun pemerintah merumuskan usulan-usulan itu yang akan kita sampaikan kepada pemerintah sehingga pemerintah dalam memutuskan sudah mempunyai data-data yang valid
Lanjut Andri Yanuar, memang ada tiga kluster, pertama ada sektor usaha yang betul-betul full bisa kita lakukan pemberhentian kegiatan tetapi dengan catatan dia harus melakukan apa, dia harus melakukan sterilisasi, pembersihan dan segala macam.
Ada sektor usaha yang tidak bisa kita lakukan full, ada yang bisa dilakukan di kantor ada yang dilakukan di rumah tapi yang dilakukan di kantor seperti apa yang di rumah seperti apa,
Ada sektor yang memang betul-betul tidak bisa kita hentikan sama sekali karena untuk menunjang kegiatan lain tapi dia harus melakukan SOP seperti apa.
“Yang jelas kita yakini bahwa kebijakan yang akan dikeluarkan pemprov DKI Jakarta ataupun yang akan dikeluarkan oleh pemerintah pusat tidak akan menyengsarakan masyarakat tapi meredam mewabahnya virus covid-19”. Ungkap Andri Yanuar.
Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan, Pendidikan dan Pelatihan KADIN DKI JAKARTA, Heber Simbolon, mengatakan bahwa sesuai dengan Kondisi saat ini, Kami Pengusaha sebenarnya menghadapi Kondisi Usaha yang sangat Sulit. Baru Saja Banjir di Jakarta yang membuat Usaha terpuruk, kini datang lagi masalah Covid-19.
Semua membuat Usaha semakin sulit, apalagi dengan Lockdown, tentu akan makin beban bagi perusahaan. Namun sebagai Pengusaha Kami selalu berkomitmen membangun Negeri yang kita cintai ini.
Kami anggap ini adalah Pil Pahit yang harus kami telan. Semoga pil pahit ini bisa menjadikan bangsa ini lebih baik pada waktu yang akan datang, ujar Heber Simbolon.
“Bagi kami pengusaha jatuh 10 Kali, kami harus bangkit 11 kali, Tegas Heber Simbolon dengan penuh Optimis”. Kami berharap juga agar semua Karyawan, pekerja, Buruh dan Pengusaha bergandeng tangan menghadapi situasi ini. Jangan saling menyalahkan tapi saling memahami.
Yakin lah bahwa BADAI PASTI BERLALU. Tegas Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan, Pendidikan dan Pelatihan KADIN DKI JAKARTA, Heber Simbolon.
Kepada pemerintah juga, agar memberikan keputusan bahwa ini adalah Emergency atau Force Mayor, sehingga semua Pihak dan Mitra Bisnis mengetahui, Perbankan dan Jasa keuangan Lain juga bisa memberikan kelonggaran pada kewajiban pengusaha akibat situasi Covid-19 ini.
Kami Percaya penuh bahwa Pemerintah akan berlaku Arif juga pada Pengusaha. Imbuh Heber Simbolon ditengah tengah rapat Pokja yang dibentuk. (Johny Rio Breznev/Yudi)



