Langsa I Realitas – Pensiunan PTPN Langsa Akan Demo 11 Maret 2020 Hari ini Delegasi Ke Gedung DPRK Langsa.
Menjelang aksi demo ke Kantor Direksi PTPN I Aceh yang direncanakan akan dilakukan pada 11 Maret 2020, mendatang untuk menuntut pembayaran Santunan Hari Tua (SHT), perwakilan pensiunan karyawan perusahaan milik BUMN tersebut, Rabu siang (4/3/2020), berdelegasi ke DPRK Langsa, Provinsi Aceh.
Di gedung Dewan, Mereka (pensiunan PTPN I), diterima oleh para pimpinan dan anggota DPRK Langsa, diantaranya Zulkifli, Ir Jhoni, Rubian Harja, Sri Kemala Nurli, dan T Ratna.

Sedangkan dari pensiunan PTPN I Aceh diwakili oleh Ir. Yonizam, Ir. Firdaus., Ir Idris Harun, Wagito SE, Muktar, Sukri Cut Ali, dan beberapa orang pensiunan lainnya, juga turut hadir ke Gedung Dewan di Pusat Kota Langsa.
Dihadapan para anggota dewan, para pensiunan PTPN I Aceh mengadukan nasib mereka karena Santunan Hari Tua (SHT) yang menjadi hak mereka, hingga kini belum dibayarkan oleh manajemen PTPN I Aceh.
Bahkan, mereka mengungkapkan kepada para anggota dewan, akan melakukan aksi demo ke kantor direksi PTPN I Aceh dalam waktu dekat ini untuk menuntut hak mereka yang menjadi tanggungjawab serta kewajiban perusahaan.

Menyikapi keluhan para pensiunan PTPN I Aceh, Wakil Ketua DPRK Langsa, Ir Joni, mengatakan pihaknya akan mencoba melakukan komunikasi dengan jajaran Direksi PTPN I Aceh, guna mencari solusi atas persoalan tersebut.
Di hubungi secara terpisah oleh Media ini salah seorang Pensiunan PTPN I Langsa Syukri Cut Ali, di depan kantor DPRK Langsa, menyebutkan pihak nya terus berjuang bersama sama teman-teman agar PTPN I Langsa dapat segera membayar SHT pensiunan yang sudah cukup lama belum di babayar, ujar syukri.
Lebih lanjut Syukri juga menyebutkan kasian kami Pensiunan ada yang sudah meninggal tapi SHT pensiunan belum terbayar, sangat luar biasa sekali daya pikir jajaran Direksi PTPN I Langsa.
Kita sudah sepakat demo kali ini kami tidak pulang pulang kalau hak kami tidak di bayar, kami akan duduki kantor Direksi PTPN I Langsa sampai SHT pensiunan kami mereka bayar, tutup Syukri Cut Ali. (H A Muthallib)

