Rp.500 Juta Dana Pemeliharaan Jalan Kabupaten Bireun Diduga Raib

oleh -372.759 views

Bireun I Realitas – Dana pemeliharaan Jalan pada tahun 2018 ini untuk 17 Kecamatan sekitar Rp.500 Juta lebih diduga dimanipulasi oleh oknum dinas pekerjaan umum (PU) Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh.

Pasalnya dana segar yang dibutuhkan melalui anggaran APBD murni Tahun Anggaran 2017 itu sampai saat ini belum terlihat fisik yang dikerjakan saat ini oleh pihak dinas terkait.

Pantauan media ini dari 17 Kecamatan di Kabupaten Bireuen kondisi jalan masih banyak yang memprihatinkan dan rawan bagi warga yang melintas di jalan tersebut, pasalnya ruas jalan yang ramai di lintasi masyarakat itu sampai saat ini masih berlubang seperti di jalan Kecamatan Peusangan jangka dan dilokasi lainnya.

Begitu juga dengan  pengakuan warga sekitar itu meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen segera melakukan perbaikan jalan agar tidak memakan korban selanjutnya, karna sejak tahun tahun 2017 sampai 2018 ini belum pernah dilakukan perawatan jalan,”ungkap warga itu.

Begitu juga dengan beberapa warga lainnya di sekitar itu meminta kepada pemerintah agar segera melakukan perbaikan jalan agar pengguna sepeda motor dapat lebih aman melintas di jalan tersebut.

Namun saat di konfirmasi kepala dinas (PU)Fatli,ST yang di konfirmasi media ini Kamis (19/7/2018) siang, ditemui di salah satu caffe di Jalan Medan – Banda Aceh Kota Bireuen, merasa keberatan saat ditanyai terkait dana pemeliharaan jalan di 17 kecamatan, yang disinyalir dana tersebut tidak maksimal pekerjaannya dilapangan, dan mengatakan silahkan tanyakan langsung kepada kabid saya,”ungkap kadis PU itu.

Namun Jum’at (20/07/2018) Kabid PU Binamarga Fatli Amir, yang di hubungi media ini melalui hendphone pribadinya sekira pukul 14:53 WIB sampai saat ini tidak menjawab.

Anggota DPRK Fraksi Demokrat Sulfikar Alba, mengatakan bila dana itu tidak maksimal disalurkan untuk pemeliharaan jalan di Kabupaten Bireuen, menjadi potensi buruk dan dapat mencoreng wajah Pemkab Bireuen,”ungkap nya dengan singkat.(M.Reza)