Universitas Samudra Gelar PKM Tanggap Darurat Bencana, Bantu Pemulihan Pendidikan Dayah di Aceh Tamiang

oleh -42.759 views

Aceh Tamiang | REALITAS Universitas Samudra melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana Tahun 2026 melaksanakan kegiatan pendidikan darurat pascabanjir bagi santri Dayah Asy-Syafi’iyyah Al-Aziziyah di Gampong Tualang Baro, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, pada 14 Februari 2026.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Dosen, Sari Yulis, S.H.I., M.H. (NUPTK: 8433771672130632), bersama tim mahasiswa yang terdiri atas Iman Kurniawan (NIM 230101062), M. Raihan Effendi Lingga (NIM 230101087), Rafif Rifqi Muhtaram (NIM 230101103), Muhammad Akbar Pratama (NIM 240101027), M. Dhani Hanurisky (NIM 240101169), dan T.M. Furqan Al-Fajar (NIM 250101202).

Program ini hadir sebagai bentuk respons kemanusiaan dan kepedulian akademik terhadap kondisi dayah yang terdampak banjir. Bencana yang melanda kawasan tersebut menyebabkan banyak kitab-kitab santri rusak bahkan hanyut terbawa arus, sehingga mengganggu proses belajar mengajar di lingkungan dayah.

BACA JUGA :  Kapolres Aceh Utara Pimpin Sertijab Beberapa Pejabat, AKP Imran Mutasi Ke Polres Aceh Tamiang

Dalam kegiatan PKM ini, tim Universitas Samudra tidak hanya melaksanakan pendidikan darurat pascabanjir, tetapi juga menyalurkan kitab-kitab penunjang pembelajaran untuk membantu pemulihan kegiatan pendidikan. Kitab yang diberikan antara lain Syarh Al-Mahally, Al-Kawakibudduriyah, Matn Taqrib, Khamsatun Mutun, Sulam al-Munawraq, Al-Kawakib, Ta’lim al-Muta’allim, Qawaisini, Kifayatul Awwam, Yawaqitul Jawahir, Syamail Muhammadiyah, Muraqil Ubudiyah serta sejumlah kitab lain yang menjadi bagian dari kurikulum pendidikan Dayah Salafiyah.

Pimpinan Dayah Asy-Syafi’iyyah Al-Aziziyah, Tgk. Muhammad Dusuki, menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada tim Universitas Samudra atas kepedulian yang diberikan kepada para santri pascabanjir. Menurutnya, bantuan pendidikan darurat dan kitab-kitab penunjang pembelajaran sangat membantu proses pemulihan kegiatan belajar di dayah yang sempat terganggu akibat bencana.

Dayah Asy-Syafi’iyyah Al-Aziziyah diketahui memiliki sekitar 150 santri, dan pada pelaksanaan kegiatan PKM ini sebanyak 10 santri hadir mengikuti agenda pendidikan darurat. Kehadiran para santri tersebut menjadi langkah awal pemulihan aktivitas belajar di tengah keterbatasan sarana pascabencana.

BACA JUGA :  Kapolres Aceh Utara Pimpin Sertijab Beberapa Pejabat, AKP Imran Mutasi Ke Polres Aceh Tamiang

Ketua tim PKM, Sari Yulis, S.H.I., M.H, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk hadir di tengah masyarakat pada masa darurat, khususnya dalam menjaga keberlangsungan pendidikan termasuk pendidikan keagamaan.

> “Banjir tidak hanya merusak bangunan dan fasilitas, tetapi juga memukul keberlangsungan proses belajar santri. Karena itu, kami berupaya menghadirkan pendidikan darurat sekaligus membantu pengadaan kitab-kitab agar semangat belajar para santri tetap terjaga,” ujarnya.

Melalui program ini, Universitas Samudra menegaskan peran nyata perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya pada situasi kebencanaan, dengan pendekatan yang menyentuh kebutuhan mendesak masyarakat terdampak, termasuk pemulihan pendidikan dayah sebagai bagian penting dari kehidupan sosial-keagamaan masyarakat Aceh. (nz)