Unsam Raih Pendanaan Program Mahasiswa Berdampak Tahun 2026

oleh -26.759 views

Jakarta | REALITAS  – Universitas Samudra kembali menorehkan capaian membanggakan melalui keberhasilan para dosennya dalam memperoleh pendanaan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana Tahun 2026.

Pendanaan ini diberikan berdasarkan Keputusan Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Nomor 0080/C3/DT.05.00/2026 tanggal 26 Januari 2026.

Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengusul atas partisipasi dan dedikasi yang telah diberikan, serta mengucapkan selamat kepada para penerima pendanaan yang dinilai mampu menghadirkan program-program berdampak nyata bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya di wilayah Sumatra.

Program Mahasiswa Berdampak tahun 2026 ini berfokus pada upaya pemulihan pascabencana melalui pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi, mencakup pemulihan akses air bersih, sanitasi, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, rehabilitasi lingkungan, hingga penguatan ekonomi berbasis potensi lokal dan teknologi berkelanjutan.

Adapun penerima pendanaan Program Mahasiswa Berdampak Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana Tahun 2026 dari Universitas Samudra adalah sebagai berikut:

  1. Ahmad Ihsan (Informatika) Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Aceh dalam Pemulihan Dampak Bencana Hidrometeorologi melalui Pengembangan Teknologi Agro-Akuakultur Hybrid Berbasis Energi Terbarukan untuk Peningkatan Produktivitas dan Ekonomi Desa Berkelanjutan.
  2. Beni Al Fajar (Biologi) Program Mahasiswa Berdampak Dalam Upaya Pemulihan Pascabanjir Bandang Melalui Penyediaan Air Bersih, Rehabilitasi Lingkungan, Dan Penerapan Hidroponik Sistem Apung Di Desa Kota Lintang, Kabupaten Aceh Tamiang.
  3. Boy Riza Juanda (Agroteknologi) Penguatan Ketahanan Pertanian Pascabencana Banjir Bandang melalui Program Mahasiswa Berdampak Berbasis Pemberdayaan Kelompok Tani Terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang.
  4. Fazri (Teknik Mesin) Pemulihan Layanan Dasar dan Penguatan Penghidupan Pascabencana di Desa Batang  Ara melalui PKK dan Kelompok Tani: Sanitasi Tenaga Surya dan Lele Bioflok.
  5. Ida Ratna Nila (Geofisika) Pengembangan Sistem Penjernih Air Mobile sebagai Solusi Pemulihan Akses Air Bersih Pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang.
  6. Imam Hadi Sutrisno (Manajemen) Pemulihan Pendidikan Dasar Anak Dan Komunitas Lokal Melalui Program Sekolah Darurat, Pendampingan Psikososial, Dan Penguatan Kesiapsiagaan Bencana Pasca Banjir Bandang Di Desa Lokop, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Aceh Timur.
  7. Juliati (PGSD) Pojok Belajar Anak Pascabencana Berbasis Relawan Mahasiswa untuk Pemulihan Literasi dan Numerasi.
  8. Lely Masthura (Fisika) Revitalisasi Tambak Masyarakat Pascabanjir Bandang Berbasis Teknologi Aerator Tenaga Surya  Untuk Pemulihan Ekonomi Pesisir Aceh Tamiang
  9. Nasruddin (Teknik Mesin) Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Aceh Dalam Pemulihan Dampak Bencana Banjir Melalui Pengembangan Teknologi Smart Water Treatment Hybrid System Sebagai Solusi Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih  dan Perbaikan Kualitas Hidup Masyarakat Terdampak Bencana.
  10. Nasrul Kahfi Lubis (Akuntansi) Pandan Sari Tangguh: Pengembangan Model Ekonomi Hijau Pascabencana melalui Integrasi Petani Padi dan Ibu Rumah Tangga Berbasis Pangan Lokal di Kabupaten Aceh Tamiang.
  11. Nirmala Sari (Fisika) Pemberdayaan Masyarakat Terdampak Bencana Banjir di Aceh Tamiang melalui Pemenuhan Layanan Kesehatan Dasar, Air Bersih, dan Sanitasi Berbasis Sistem Filtrasi Hybrid Berprinsip Gravitasi.Riny Chandra (Manajemen) Pemberdayaan Masyarakat Terisolir Melalui Revitalisasi Lingkungan, Lumbung Pangan  dan Dukungan Psikososial di Kampung Rantau Panjang, Kabupaten Aceh Tamiang
  12. Taufan Arif Adlie (Teknik Industri) Pemberdayaan dan Pemulihan Ekonomi Masyarakat Berbasis Peningkatan Sanitasi, Kebersihan Fasilitas Umum dan Penguatan Sektor Peternakan Berkelanjutan Pasca Banjir Bandang di Desa Aras Sembilan Kecamatan Bandar Pusaka Kabupaten Aceh Tamiang
  13. Tri Mustika Sarjani (Pendidikan Vokasional Seni Kuliner) Pemberdayaan Masyarakat Terdampak Banjir Bandang melalui Inovasi Pangan Lokal Tahan Simpan dan Teknologi Air Bersih Berbasis Energi Surya di Desa Pantai Cempa, Aceh Tamiang
  14. Yusnawati (Teknik Industri) Diseminasi Teknologi Pengolahan Ikan Menjadi Olahan Makanan berbasis Sanitasi sebagai Upaya Pemulihan Ekonomi Masyarakat Terdampak Banjir Kabupaten Aceh Tamiang
  15. Zainal Arif (Teknik Mesin) Sistem Air Bersih dan Higiene Berkelanjutan Masjid–TPA Pascabanjir Bandang Kelurahan Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang
  16. Zidni Ilman Navia (Biologi) Penguatan Ketahanan Pangan Pascabanjir melalui Penerapan Smart Integrated Farming System di Desa Meurandeh, Kota Langsa
  17. Zukya Rona Islami (Magister Pendidikan IPS) Pemulihan Pertanian dan Penguatan Ekonomi Wisata Pascabencana Banjir Berbasis Geospasial melalui Hidroponik dan Pemberdayaan Pemuda di Leles, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur.
BACA JUGA :  Pembangunan Kandang Kambing BUMDes Meurandeh Tengah Disorot, Anggaran Rp20 Juta: YARA Langsa Desak Kajari Periksa Sejumlah BUMdes Pemko Langsa

Melalui berbagai program inovatif yang diusulkan, Universitas Samudra berkomitmen untuk terus mendorong keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana secara berkelanjutan, inklusif, dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat.

BACA JUGA :  Pelangi Hotel Internasional Raih Golden Award 2026 di Jakarta

Keberhasilan ini diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial serta meningkatkan kontribusi nyata Universitas Samudra dalam pembangunan masyarakat dan ketangguhan bencana di Indonesia. (Nz)

(Sumber : HumasUnsam)