Aceh | REALITAS — Panglima Rusia Koordinator Relawan KPA Daerah II Simpang Ulim wilayah Peureulak mengungkapkan bahwa puluhan ton bantuan logistik tidak dapat segera dimuat ke kapal kecil atau perahu yang disewa oleh relawan KPA. Perlu kami sampaikan bahwa penjemputan bantuan logistik itu bukan jatah untuk GAM yang disebutkan oleh akun tiktok kanaya_beritaaceh, 07/12/2025.
“Tim KPA kami menjemput bantuan dari laut dan sudah siap mengawal dan menyalurkan ke titik terpencil yang belum terjamah. Namun, tim kami diminta menunggu di laut dari kapal pengangkut logistik yang dipimpin TNI AL tetapi ini membuat bantuan logistik tertahan dan setiap jam sangat berharga bagi warga yang kelaparan”.
Penyaluran ini juga melibatkan seluruh masyarakat indonesia, personel TNI AL, TNI AD serta pihak lainnya yang membantu mendirikan dapur umum sementara dan mendistribusikan logistik langsung ke tangan warga, memastikan prosesnya berjalan aman dan tertib. Saat ini kerja sama yang baik untuk para korban bencana adalah tujuan bersama semua pihak pasca banjir, jangan menuding bahwa logistik yang dijemput oleh Tim KPA itu adalah jatah GAM, itu semua jatah para korban banjir yang akan di distribusikan ke lokasi pengungsian di aceh timur, ucapnya.
Kesulitan mengangkut logistik jalur laut muncul karena diperburuk dengan sulitnya akses komunikasi pasca banjir sehingga kapal dan personel resmi yang ditunjuk oleh Satgas Bencana Nasional untuk melakukan pengiriman bantuan membuat proses menunggu distribusi resmi terasa sangat lama dan tidak pasti.
Panglima Rusia bersama Tim KPA aceh timur yang tersebar diberbagai daerah telah berhasil menerobos desa terpencil pasca banjir dan kita sangat memahami keluhan warga. Keterlambatan logistik ini dikeluhkan oleh korban banjir karena adanya prosedur ketat dari pihak berwenang akibat tidak adanya sinyal untuk berkomunikasi.
Operasi penyaluran bantuan logistik untuk korban banjir di wilayah terdampak mencapai puncaknya, dengan berhasilnya pengiriman besar yang sebelumnya terisolir akibat putusnya akses darat. Tujuan utama dari operasi ini adalah memastikan ketersediaan kebutuhan dasar untuk mempertahankan hidup dan mencegah timbulnya penyakit di lokasi pengungsian.
Panglima Rusia mengingatkan semua pihak yang bertanggung jawab atas pengawasan logistik di pelabuhan dan menegaskan bahwa pengetatan prosedur ketat akan menghambat proses distribusi logistik ke titik terpencil yang dilanda banjir walaupun itu dilakukan demi memastikan efektivitas dan pemerataan bantuan sampai merata dan tepat sasaran.
Selain dari pemerintah, bantuan logistik ini juga merupakan hasil donasi dan kontribusi dari berbagai organisasi kemanusiaan, relawan lokal, dan perusahaan swasta. Sinergi ini menunjukkan semangat gotong royong nasional dalam menghadapi bencana serta menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan melaporkan kebutuhan spesifik pengungsi ke posko terdekat untuk efisiensi penyaluran bantuan.(Riza)

