Miris! Kepala Sekolah SMKN 1 Baktiya Barat Sibuk Bersihkan Sekolah Yang Tertimpa Banjir, Puluhan Guru Asyik Nongkrong di Warkop

oleh -457.759 views
Media Realitas

Aceh Utara | REALITAS – di tengah musibah Banjir yang melanda Aceh dan sekitarnya kejadian yang menyayat hati datang dari Aceh Utara, Puluhan Guru SMKN 1 Baktiya Barat asyik ngobrol di salah satu warung kopi yang ada di Lhok Sukon pukul 11.42 WIB pada Kamis siang (11/12/2025).

Kejadian ini sontak menimbulkan kemarahan masyarakat, pasalnya Abdiah kepala SMKN 1 Baktiya Barat, Aceh Utara sedari pagi hingga siang sibuk membersihkan Sekolah, sekelompok guru malah asyik asyikan nongkrong di warung kopi di Lhok Sukon.

Awak media sebelumnya di konfirmasi oleh beberapa Guru SMKN 1 Baktiya Barat untuk mendatangi Perta Coffe Lhoksukon agar menuliskan berita tentang pengancaman kepala sekolah terkait tidak akan meneken Sertifikasi guru SMKN 1 Baktiya Barat dan Mosi tidak percaya guru dan jajaran kepada Abdiah Kepala Sekolah SMKN 1 Baktiya Barat.

Namun setelah para Jurnalis sampai di Perta Coffe, Wartawan di minta agar tidak menuliskan Berita terkait Kepala SMKN 1 Baktiya Barat dengan alasan sudah di Mediasi oleh mantan Anggota DPR RI, para guru menyatakan akan kita tunggu hingga satu Minggu ini.

Melihat gerak gerik aneh yang di lakukan sekelompok guru yang sedang bersantai di Perta Coffe, awalnya meminta Wartawan untuk menuliskan berita, namun tiba tiba melarang Wartawan menulis Berita, salah guru tersebut mengatakan”, jangan tulis dulu berita, karena sudah di Mediasi dan kita tunggu dalam 1 Minggu ini, sebut guru tersebut.

Melihat kejanggalan itu, Wartawan menghubungi Kepala Bu Abdiah Kepala Sekolah SMKN 1 Baktiya Barat mengonfirmasi dan datang langsung ke Perta Coffe bersama dengan Bendaharanya dan memberikan keterangan di hadapan awak Media bahwa,” saya bersama guru lainnya membersihkan sekolah, mereka malah enak2 kan nongkrong di warung kopi, sebutnya dengan rasa sedih.

Abdiah juga membantah telah memotong Sertifikasi para guru, bahkan mereka telah menerima sertifikasi bulan 10, 11, dan 12 pada awal bulan Desember, sebutnya.

Saat di tanya tentang Mosi tidak percaya mereka, Abdiah menjawab, “mereka mungkin tidak senang dengan sikap kepemimpinan saya di sekolah, saya hanya ingin mereka disiplin, cepat datang ke sekolah, menjadi cerminan peserta didik agar ke depannya supaya murid di SMKN 1 Baktiya Barat semakin banyak cetusnya, tapi saya tidak menyangka dan merasa sedih dengan kelakuan mereka seperti ini, sebutnya.

Abdiah juga menambahkan, dari sekelompok guru yang berkumpul tersebut ada guru yang saya berikan izin cuti selama 40 hari lebih, tai saya lihat beliau juga hadir nongkrong di warung kopi, sebutnya sedih.

Lebih lanjut Abdiah juga menyampaikan kekesalannya di hadapan awak Media, seandainya saya jahat dan buruk sangka kepada mereka, banyak absensi mereka yang saya teken walau nyatanya tidak mencukupi syarat untuk memperoleh sertifikasi, tapi nyatanya Sertifikasi mereka keluar selama 3 Bulan yang berjumlah Belasan Juta, sebutnya.

Soal pengancamannya tidak akan meneken Sertifikasi, Abdiah membantah dan juga meluapkan kekesalannya dengan menunjukkan absensi kehadiran para guru dari Senin 08 Desember – Kamis 11 Desember untuk membersihkan Sekolah, tapi nyatanya hanya beberapa orang saja yang hadir, dari 60 sekian Guru, Staf TU dan pesuruh hanya 15 orang saja yang hadir, kita sangat menyayangkan dan menyesalkan kejadian ini, tutupnya.

Menanggapi hal tersebut awak Media mencoba meminta Klarifikasi dan Konfirmasi Langsung dari Kacabdin Aceh Utara, Muhamad Johan, S.pd M.pd terkait perselisihan antara sekelompok guru den Kepala Sekolah SMKN 1 Baktiya Barat, saat Media Mengubungi Kacabdin hanya melarang dan tidak mengizinkan berita di naikkan, tanpa ada langkah kongkrit untuk memediasi kisruh antara sekelompok Guru dan Kepala Sekolah.(Muhazir)