Tim Pkm-Bgb Universitas Syiah Kuala Sosialisasikan Pengembangan Ekowisata Berkelanjutan Berbasis Sig Dan Ar Di Gampong Lamreh

oleh -39.759 views
Tim PKM-BGB Universitas Syiah Kuala saat melaksanakan sosialisasi pengembangan ekowisata berkelanjutan di Balai Gampong Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar (25/10/2025)

Aceh Besar | REALITAS –  Gampong Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar memiliki potensi wisata yang sangat beragam namun belum terkelola secara optimal. Gampong yang berpenduduk sekitar 1.900 jiwa ini memiliki bentang alam lengkap mulai dari perbukitan, daratan pesisir, hingga wilayah laut yang menjadikannya kaya akan potensi wisata alam, sejarah, geologi (geowisata), dan edukasi kebencanaan, (25/20/2025).

Potensi wisata alam Gampong Lamreh meliputi Bukit Lamreh yang menyajikan panorama Samudra Hindia dan cocok untuk aktivitas fotografi, trekking, hiking, serta berkemah, serta hamparan Pantai Pasir Putih dengan air laut yang jernih yang potensial untuk kegiatan memancing dan snorkeling.

Dari sisi sejarah, Lamreh memiliki situs Kerajaan Lamuri yang merupakan salah satu kerajaan Islam tertua di Asia Tenggara yang telah eksis sebelum abad ke-13 M dengan kompleks pemakaman kuno, Benteng Malahayati, dan Benteng Kuta Lubok sebagai bukti kejayaan masa lalu. Potensi geowisata ditandai dengan formasi batuan karst unik yang menjorok langsung ke laut, sementara kondisi geografisnya yang berada di zona rawan bencana menjadikannya lokasi strategis untuk wisata edukasi kebencanaan.

Melihat besarnya potensi tersebut, Tim Pengabdian dari Teknik geofisika USK yang terdiri dari dosen dan mahasiswa melaksanakan kegiatan sosialisasi Program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Gampong Binaan (PKM-BGB) yang diketuai oleh Ir. Freddy Sapta Wirandha, S.T., M.Eng. Kegiatan pengabdian ini melibatkan 2 orang dosen dan 10 orang mahasiswa. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada hari Jumat, 25 Oktober 2025 di Balai Gampong Lamreh, dihadiri oleh Aparatur Gampong, tokoh masyarakat, pemuda, dan warga setempat.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep pengelolaan pariwisata berbasis ekowisata berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Augmented Reality (AR). Program ini dirancang untuk meningkatkan pengelolan pariwisata digambong Lamreh berbasis teknologi terkini, sehingga potensi-potensi wisata yang ada dapat dikenal oleh Masyarakat luas.

“Program PKM-BGB ini menjadi wadah bagi dosen dan mahasiswa untuk turun langsung ke masyarakat sebagai bentuk pengabdian dalam mengaplikasikan ilmu dan teknologi yang dipelajari di kampus, terutama dalam penerapan konsep smart ecotourism di Gampong Lamreh berbasis SIG dan aplikasi Android AR,” ucap Ir. Freddy Sapta Wirandha, S.T., M.Eng, selaku dosen pembimbing dan ketua tim pelaksana PKM-BGB.

Dalam sosialisasi tersebut, tim pelaksana menjelaskan beberapa program utama yang akan dilaksanakan, meliputi pembentukan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) sebagai penggerak utama pengelolaan wisata, pemetaan potensi wisata berbasis SIG menggunakan aplikasi GPS dan GIS, serta pengembangan aplikasi Android berbasis Augmented Reality bernama “Explore Lamreh” yang dilengkapi dengan empat fitur utama: Fitur Wisata untuk navigasi dan informasi destinasi, Fitur Sejarah untuk narasi situs bersejarah, Fitur Ekowisata untuk edukasi pelestarian lingkungan, dan Fitur Kebencanaan untuk panduan mitigasi bencana.

“Melalui program ini, kami berharap dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan ekowisata, sekaligus memberikan edukasi tentang pelestarian sejarah, geowisata, dan kesiapsiagaan bencana. Kami juga melatih masyarakat menggunakan aplikasi Geotracker untuk menambahkan titik-titik wisata secara mandiri,” kata Ghaza Al Ghazali selaku ketua KKN  mahasiswa dalam pelaksana PKM-BGB 2025.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran tim dari USK yang membawa konsep pengembangan wisata berbasis teknologi ini. Semoga dengan adanya kegiatan ini, Gampong Lamreh dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang dikenal luas namun tetap menjaga kelestarian lingkungan dan budaya kami,” kata Keuchik Gampong Lamreh.

Tahapan program ini akan dilanjutkan dengan pengumpulan data potensi wisata di lapangan, pelatihan ekowisata, edukasi wisata sejarah dan geowisata, simulasi mitigasi bencana, serta pembangunan aplikasi Android AR yang dapat digunakan masyarakat dalam mengelola dan mempromosikan wisata. Kegiatan ini dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk memastikan keberlanjutan program.

Program ini juga akan bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) dan aparatur gampong dalam memfasilitasi dan mengkoordinasikan hasil digital produk wisata. Harapannya, konsep pengelolaan pariwisata berbasis smart ecotourism dapat diterapkan sehingga masyarakat Gampong Lamreh mampu melakukan pengelolaan pariwisata berkelanjutan dan mendukung peningkatan perekonomian masyarakat.