Membangun Tentang Ras, Etnis, Dan Bangsa Sebagai Konstruksi Sosial” Diadakan Kegiatan Kesadaran Sosial tentang Kegiatan Terkait Etnis sebagai Konstruksi Sosial di Sekolah Dasar.

oleh -36.759 views

Opini Oleh: Raudha Hadi, S.Pd

Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan IPS, Universitas Samudra

Di tengah dinamika masyarakat yang multikultural seperti Indonesia, isu ras, etnis, dan identitas kebangsaan menjadi topik yang tidak hanya penting, tetapi juga sensitif. Sayangnya, perbedaan ini masih kerap menjadi sumber konflik dan diskriminasi, terutama ketika dipahami secara sempit sebagai sesuatu yang biologis atau kodrati. Padahal, dalam kajian ilmu sosial, ras, etnis, dan bangsa sejatinya adalah konstruksi social konsep yang dibentuk dan diberi makna oleh masyarakat.
Sebagai mahasiswa Pascasarjana Pendidikan IPS di Universitas Samudra, saya, Raudha Hadi, S.Pd, merasa terpanggil untuk tidak hanya memahami konsep ini secara teoritis, tetapi juga menginternalisasikannya melalui kegiatan sosial yang membangkitkan kesadaran bersama
Dengan membangun kesadaran melalui aksi nyata, Sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengabdian sosial, saya turut serta dalam kegiatan penyuluhan dan diskusi kelompok bersama masyarakat dan pelajar tentang bagaimana etnis dapat dipahami secara sehat dan inklusif.
Kegiatan ini bertujuan untuk:
1. Meluruskan pemahaman keliru tentang ras dan etnis yang sering dikaitkan dengan superioritas atau inferioritas kelompok tertentu.
2. Mendorong sikap saling menghormati antaretnis sebagai sesama manusia yang setara.
3. Meningkatkan kesadaran bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan ancaman.
Salah satu Etnis dibentuk melalui budaya, bahasa, adat, dan kebiasaan yang diwariskan dan dimaknai bersama.

Contoh Kegiatan:
• Hari Budaya atau Pekan Etnik: siswa memakai pakaian adat dan memperkenalkan makanan, tarian, atau lagu dari daerah asalnya.
• Cerita rakyat lintas daerah: guru membacakan cerita dari berbagai suku di Indonesia.
• Pembelajaran lagu daerah dan permainan tradisional dari berbagai etnis di kelas.
Saya selaku penulis Raudha Hadi, S.Pd mahasiswa Magister Pendidikan IPS UNSAM, menyimpulkan Keberagaman budaya bukan untuk memisahkan, tapi untuk saling mengenal dan memperkaya identitas bersama. Karena Etnis tidak hanya berdasarkan darah atau keturunan, tetapi dibentuk dan dimaknai melalui budaya, bahasa, adat istiadat, dan pengalaman sosial yang diwariskan dan diteruskan melalui interaksi sosial. Maka, kegiatan yang mengangkat nilai-nilai etnis membantu siswa memahami bahwa identitas etnis itu dipelajari dan dibentuk, bukan sekadar diwariskan.