Satresnarkoba Polres Ponorogo Dapat Laporan Temuan Tanaman Mirip Ganja

oleh -38.759 views
Satresnarkoba Polres Ponorogo Dapat Laporan Temuan Tanaman Mirip Ganja
Kasat Resnarkoba Polres Ponorogo, Iptu Mohammad Mustofa Sahid saat menunjukkan tanaman kenaf yang dilaporkan warga mirip dengan tanaman ganja.(Foto Net/Rri)

Ponorogo | REALITAS – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Ponorogo mendapat laporan warga adanya temuan mirip tanaman ganja. Temuan itu dilaporkan oleh warga Danyang, Sukosari, Kecamatan Babadan.

Kasat Resnarkoba Polres Ponorogo, Iptu Mohammad Mustofa Sahid mengatakan, laporan tersebut diterima aparat kepolisian pada Sabtu 05 April 2025. Kepolisian pun langsung mendatangi lokasi untuk mengecek kebenarannya.

Hasilnya dipastikan bukan tanaman ganja. Hanya saja secara kasat kata, daunnya mirip tanaman ganja, namun berduri.

“Hasilnya ternyata memang pohon tersebut mirip (ganja.red) daunnya saja, namun kita teliti lebih lanjut lagi, itu bukan tanaman ganja. Dan itu tidak berbahaya,” ujarnya, Selasa 08 April 2025.

“Setelah kita searching informasi, tanaman ini namanya kenaf, untuk daun memang mirip seperti ganja, tapi ini berduri. Jadi ini tanaman perdu yang tumbuh di semak-semak,” sebutnya.

Iptu Sahid menjelaskan, setelah mendatangi lokasi, banyak tanaman kenaf yang tumbuh subur. Apalagi di musim penghujan ini, tanaman kenaf biasanya tumbuh liar di pinggiran sungai.

“Tanaman ini memang tumbuh liar, di saat musim hujan seperti saat ini. Saat kita cek memang banyak, tapi kita ambil sampelnya saja beberapa, dan memang berduri,” jelasnya.

Menurut Iptu Sahid, pihaknya tidak perlu melakukan pengujian sampel ke laboratorium terhadap temuan tanaman kenaf itu. Sebab, dipastikan tanaman tersebut tidak berbahaya.

“Kalau di Ponorogo sampai saat ini nihil temuan tanaman ganja,” ungkapnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika ada yang terlibat penggunaan narkoba. Kepolisian akan melakukan penindakan sebagaimana aturan yang berlaku, serta gencar menyosialisasikan bahaya narkoba di semua kalangan masyarakat.

“Aparat kepolisian tidak bisa bekerja sendiri, tetap butuh bantuan masyarakat,” tegasnya.(*)

 

Sumber: Rri