Dalam Advokasi Publik, Ketua YARA: Mahasiswa Toss, Pengacara Smash

oleh -132.759 views
Dalam Advokasi Publik, Ketua YARA: Mahasiswa Toss, Pengacara Smash

Banda Aceh | REALITAS – Belasan mahasiswa dari Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry melakukan kunjungan belajar lapangan ke Kantor Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) di Kawasan Batoh Banda Aceh, Kamis 07 November 2024 sore.

Mahasiswa yang tergabung dalam Mata Kuliah Media Populer dan Media Komunitas di bawah asuhan Hasan Basri M Nur PhD ini diterima dan mengikuti kuliah umum dari dosen tamu yaitu Ketua YARA Safaruddin SH MH.

“Mahasiswa PMI perlu memiliki kemampuan advokasi komunitas marginal melalui media. Makanya kita belajar pada ahli advokasi hari ini,” kata Hasan Basri M. Nur saat memperkenalkan mahasiswa kepada Ketua YARA.

BACA JUGA :  Hak Pekerja Dipertanyakan, PT CMMN Diterpa Dugaan Persoalan Penggajian dan KKN : Direktur PTPN 1 Harus Periksa Dan Uadit Kinerja Pejabat Di RSCMN

“Pintu Kantor YARA selalu terbuka untuk mahasiswa gigeh (gesit, red) yang hendak belajar advokasi publik. Jangan sungkan, kami akan bantu,” ujar Safaruddin di depan mahasiswa yang kebetulan perempuan semua.

‘Mahasiswa yang mau melakukan advokasi komunitas marginal adalah sehati dengan kegiatan YARA. Advokasi publik adalah rutinitas kami di YARA,” katanya.

Dalam hal ini, lanjut Safar, tugas mahasiswa adalah melakukan toss atau tosser dalam istilah permainan volly dan kami pengacara yang akan melakukan smash sehingga goalnya tercapai yaitu terpenuhi hak-hak masyarakat termarjinalkan.

BACA JUGA :  Dugaan "Titipan Buku" Pakai Dana BOS Hebohkan Disdikbud Aceh Timur, LSM KANA Desak Kejati Aceh Usut Tuntas, Menurut Kadis Kepada Guru Buku ini Titipan Dari "Baju Coklat"

Adapun mahasiswi gesit yang hadir dalam pertemuan itu adalah Silvia Febrina, Fifi D Maharani, Sititan W Husna, Asma Fitri, Vina, Weni, K Nafisa, Siti Khairani, Riskia Putri dan Dhiya Jinan.

Silvia Febrina mengaku senang dapat belajar lapangan sebagai bagian dari kuliah tambahan di Kantor YARA.

Silvia dan kawan-kawan mengaku akan berkordinasi dan kolaborasi dengan YARA dalam melakukan tugas advokasi komunitas marginal di Aceh.(*)