Aceh Tamiang | REALITAS – Banjir masih melanda wilayah Pekan Seruway hingga saat ini 15 Oktober 2024, Aceh Tamiang, namun semangat para siswa yang terdampak banjir untuk tetap bersekolah tidak padam. Sekolah mereka berada di luar daerah terdampak banjir, namun mereka tetap rela menerjang genangan air demi bisa belajar.
Revan (14) saat dijumpai oleh wartawan realitas pada pukul 09:00 wib, siswa Sekolah Dasar asal Desa Pekan Seruway, mengatakan dirinya tetap pergi ke sekolah meskipun banjir merendam desanya.
“Walaupun rumah saya dan beberapa teman kebanjiran, kami tetap berangkat sekolah. Karena di sekolah saya tidak libur karena tidak terdampak banjir,” ujarnya sambil menggendong tas sekolah dan sepatu yang ia masukkan dalam tas agar tetap kering selama melewati banjir.
Jebolnya tanggul sungai di Pekan Seruway menyebabkan banjir di beberapa desa, merendam rumah dan jalanan. Meski rumah dan lingkungan mereka terendam banjir, para siswa tetap berangkat ke sekolah yang berada di luar kawasan banjir. Mereka harus menerjang genangan air dan berjalan kaki atau mencari jalur yang lebih aman untuk melanjutkan perjalanan ke sekolah.
Sekolah mereka sendiri tidak terkena dampak banjir, sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Para siswa ini menunjukkan ketangguhan dengan tetap bersekolah meskipun harus menghadapi kondisi yang sulit di rumah.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang telah mendirikan posko pengungsian untuk menampung warga yang rumahnya terdampak banjir. Posko ini tidak dekat dengan sekolah, dan difokuskan untuk membantu warga yang mengungsi. Dapur umum juga telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi.
Semangat para siswa yang terus berangkat sekolah di tengah kondisi sulit ini menjadi cermin betapa pentingnya pendidikan bagi mereka. Meski banjir menghadang, tekad mereka untuk belajar tidak surut. Bagi mereka, banjir hanyalah tantangan yang harus dihadapi demi mencapai cita-cita.(Rifqi)


