Seruway | REALITAS – Setelah curah hujan tinggi mengguyur Kabupaten Aceh Tamiang dalam beberapa pekan terakhir, bencana banjir kembali melanda Kecamatan Seruway. Tanggul Sungai Tamiang di Seruway jebol pada Minggu 13 Oktober 2024 menyebabkan air meluap dan merendam kawasan Peukan Seruway dan sekitarnya hingga saat ini. Banjir tersebut berdampak luas terhadap kehidupan warga, merusak rumah, memutus akses jalan, dan meningkatkan risiko penyakit,15 Oktober 2024
Luapan air yang sangat deras bergerak cepat memasuki perkarangan warga di Pekan Seruway. Beberapa rumah tak sempat menyelamatkan barang-barang berharga seperti perabotan dan kendaraan. Sejumlah warga melaporkan bahwa motor mereka masih terendam air hingga kini. “Banyak sekali rumah warga yang terendam banjir saat ini, terutama di Pekan Seruway. Air sungai bergerak sangat cepat masuk ke rumah, sehingga banyak barang yang tidak bisa diselamatkan,” ungkap salah satu warga yang terdampak.
Salah satu dampak terbesar dari banjir ini terputusnya akses jalan dari mukak sungai kuruk menuju Pekan Seruway. deras dan dalamnya air di depan Indomaret Pekan Seruway menyebabkan kawasan tersebut tidak dapat di lintasi kendaraan baik sepeda motor maupun kendaraan beroda empat.
Dampak terputusnya akses jalan ini terasa sangat signifikan, mengingat jalur tersebut merupakan penghubung utama bagi warga untuk mengakses fasilitas umum. Warga kini harus mencari rute alternatif yang lebih jauh atau menunggu air surut untuk dapat melanjutkan aktivitas mereka.
Selain kerugian materi, banjir ini juga memicu masalah kesehatan. Hingga kini, sedikitnya 46 warga melaporkan mengalami berbagai gangguan kesehatan.
“hari ini sudah ada 46 warga yang meminta obat, penyakit kulit seperti gatal-gatal menjadi keluhan umum warga akibat terkontak langsung dengan air banjir yang tercemar. Selain itu warga menderita panyakit demam,diare, batuk dan sebaginya, keluhan ini datang dari anak-anak hingga lansia.
Tidak hanya itu, beberapa warga mengalami cedera akibat terbawa benda-benda tajam seperti paku dan pecahan kaca yang terbawa arus. Luka-luka tersebut menjadi ancaman tambahan bagi warga yang sudah terdampak.
Harapan Warga Situasi darurat di Kecamatan Seruway menuntut respon cepat dari berbagai pihak dan Penjabat pemerintah untuk memperbaiki tanggul yang lebih kokoh agar kejadian serupa tidak terulang. “Kami membutuhkan perhatian dari pemerintah, terutama untuk tanggul yang jebol. Banjir ini sangat merugikan, dan kami berharap kejadian seperti ini tidak dapat terjadi”, harap seorang warga.
Dengan curah hujan yang masih tinggi, upaya tanggap darurat menjadi langkah penting untuk melindungi warga dari bencana yang lebih besar. Semoga banjir segera surut dan kehidupan di Seruway dapat kembali pulih dengan cepat.(Fahmuti)



