Langsa | REALITAS – Korban banjir yang berada diposko pengungsian Gampong Pekan Seruway, Seruway, Aceh Tamiang masih menanti bantuan berupa pakaian. Selasa, 15 Oktober 2024 Sebelumnya, bantuan pakaian telah tiba namun tak cukup memadai.
“Ada datang, tapi kayak pakaian dalam ukurannya sama semua jadi awak gak bisa pakek, hanya untuk beberapa orang aja,” ujar Muhammad Alfaizil (21), warga yang terdampak banjir Tamiang.
Tanggul sungai Gampong Pekan Seruway yang jebol tepat berada dihadapan rumah Alfarizil. Saat banjir menerjang, seorang yang juga Mahasiswa Universitas Samudra (Unsam) itu tak sempat mengamankan pakaian termasuk almameter, laptop, hingga sepeda motor.
Tujuh roko termasuk rumahnya mengalami rusak parah sejak Sabtu 12 Oktober 2024 siang saat air sungai menerobos ke pemukiman warga.
Ia hanya berharap bantuan pakaian kembali disalurkan. “Itu aja, pakaian apalagi pakaian dalam, kalo obat-obat dan makanan udah tersedia,” kata Alfarizil.
Dari pantauan, bantuan berupa makanan dan pelayanan medis telah tersedia. Pengungsi dan petugas yang bersiaga memakan nasi dengan telur sambal.
Menurut pegungsi lainnya, lauk yang pernah disajikan tidak hanya telur namun ikan, sayuran hingga daging ayam. Selain itu, sejak hari pertama banjir, pengungsi mendapat makan tiga kali setiap harinya.
Andapun, pengungsi yang bertahan dari bencana banjir bermalam dirumah kerabat dan saudara mereka. Saat waktu makan tiba, mereka menyantap makanan diposko banjir Gampong Pekan Seruway sambil menunggu bantuin lainnya tiba.(M. Iqbal)

