PN Tipikor Banda Aceh Kembali Sidang Kasus Korupsi Beasiswa Thn 2017 : Jaksa Tuntut Dedi Safrizal 7 Tahun 6 Bulan Penjara

oleh -136.579 views
oleh
PN Tipikor Banda Aceh Kembali Sidang Kasus Korupsi Beasiswa Thn 2017 Jaksa Tuntut Dedi Safrizal 7 Tahun 6 Bulan Penjara

BANDA ACEH | MEDIAREALITAS – PN Tipikor Banda Aceh kembali sidangkan kasus korupsi Beasiswa tahun 2017, dan menuntut mantan anggota DPRA atas nama Dedi Safrizal, Terdakwa korupsi beasiswa Aceh tujuh tahun enam bulan pidana penjara.

Kasus korupsi Beasiswa yang disidangkan dengan nomor 20/Pid.Sus-TPK/2024/PN Bna TDW : SUHAIMI BIN IBRAHIM 21/Pid.Sus-TPK/2024/PN Bna Tdw : DEDI SAFRIZAL BIN M KASIM ISMAIL Hakim : (ketua) Zulfikar SH MH anggota I H.Harmi jaya S.H anggota II anda ardiyansyah S.H., M. H PP : Rusniar SH.

Sementara Terdakwa Suhaimi selaku kordinator lapangan (Korlap) dituntut pidana penjara empat tahun enam bulan.

Tuntutan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sakafa pada sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Banda Aceh, Selasa-2-7-2024.

Dalam surat tuntutan, Terdakwa Dedi Safrizal dan Terdakwa Suhaimi diyakini bersalah secara bersama-sama atau turut serta melakukan perbuatan melawan hukum, memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, merugikan keuangan negara sebesar Rp 3,5 miliar lebih.

Agar majelis hakim memutuskan, menyatakan Terdakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi bantuan biaya pendidikan D3,D4,S1,S2, Dokter Spesialis dan S3 Dalam dan Luar Negeri masyarakat Aceh pada dakwaan primair terdakwa melanggar Pasal 2 ayat 1 Jo pasal 18 UU Tipikot Jo pasal 55 ayat 1 Jo Pasal 65 ayat 1 ke 1 KUHPidana, ujar jaksa penuntut umum dari Kajati Aceh.

Selain pidana penjara, kedua Terdakwa juga dituntut membayar denda masing-masing Rp 300 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti kurungan masing-masing tiga bulan kurungan penjara.

Selain itu, penuntut umum juga menuntut kedua Terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp 2,4 miliar lebih untuk Terdakwa Dedi Safrizal dan Terdakwa Suhaimi Rp31 juta lebih.

Apabila para Terdakwa tidak membayar uang pengganti dalam satu bulan setelah putusan hakim memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta benda dua Terdakwa disita untuk menutupi kerugian negara.

Terpidana Dedi Safrizal tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka dipidana dengan pidana penjara empat tahun. Sementara Suhaimi diganti pidana penjara dua tahun.

“Hal memberatkan, para Terdakwa menikmati hasil korupsi. Hal meringankan tuntutan pidana, Terdakwa mengakui perbuatannya,” sebut jaksa penuntut umum.

Sementara barang bukti berupa uang dengan total Rp333 juta yang disita dirampas negara untuk di perhitungan sebagai pembayaran uang pengganti.

Usai membaca surat tuntutan, majelis hakim yang diketuai Zulfikar memberikan kesempatan kepada Terdakwa untuk menyampaikan nota pembelaan atau pledoi dari Pengacara kedua terdakwa pada sidang selanjutan Selasa Depan. (*)