Satu Unit Minibus Terjungkal di Jalan KKA

oleh -67.579 views
oleh
Satu Unit Minibus Terjungkal di Jalan KKA
Satu unit mobil minibus Isuzu mengalami kecelakaan tunggal di jalan umum eks KKA Bener Meriah-Lhokseumawe, tepatnya di Kampung Wih Ni Pase, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Minggu 7 April 2024 sekira pukul 14.30 WIB. (Foto Humas Polres Bener Meriah)

Bener Meriah | MEDIAREALITAS – Satu unit mobil minibus Isuzu mengalami kecelakaan tunggal di jalan umum eks KKA Bener Meriah-Lhokseumawe, tepatnya di Kampung Wih Ni Pase, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Minggu 7 April 2024 sekira pukul 14.30 WIB .

Akibat kejadian tersebut empat orang luka-luka, dan terpaksa dilarikan ke Puskesmas terdekat di Buntul Kemumu.

Kasatlantas Polres Bener Meriah, Iptu Muh Berny, mengatakan minibus Isuzu Elf saat kejadian melintas dari arah Simpang KKA Bener Meriah menuju Lhokseumawe.

Mobil itu dikemudikan oleh Muhammad Fadil, 52 tahun, warga Desa Pantai Gemi, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Namun, setibanya di Kampung Wih Ni Pase, Muhammad Fadil diduga tidak mengetahui jalan yang menurun dan menikung.

BACA JUGA :   Pelaku Pencurian Motor di Nagan Raya Diringkus Polisi

“Sehingga tidak sempat mengerem dan hilang kendali, mobil tersebut terguling ke kanan jalan hingga menghantam tiang listrik,” kata Iptu Muh Berny.

Satu orang terluka dan empat orang yang menumbangi minibus S 7484 AA tersebut luka-luka. Sementara delapan lainnya selamat, minibus juga rusak setelah menabrak tiang listrik.

“Kecelakaan itu sudah kita tangani, dan mobil sudah kita amankan. Kerugian dalam musibah ini diperkirakan Rp200 juta,” ungkap Muh Berny.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Buntul, Nur Ala, mengatakan ada 12 orang yang menjadi korban dalam lakalantas tunggal itu. Mereka terdiri dari lima perempuan, tiga laki-laki, dan empat orang anak-anak.

BACA JUGA :   YARA Desak Pemerintah Aceh Segera Cabut IUP PT Estamo Mandiri

“Dari 12 korban itu, dua orang di antaranya dirujuk ke RSUD Munyang Kute, sedangkan yang lainnya dirawat di puskesmas,” ujarnya.

Antara korban ada yang mengalami luka pada bagian tangan, kaki, kepala juga ada yang mengalami patah tulang. Para korban tersebut merupakan buruh pemetik kopi di Bener Meriah, dan hendak pulang ke kampung halaman di Aceh Tamiang dan Langkat.

“Dari pengakuan korban, mereka datang ke Bener Meriah sebagai buruh pemetik kopi, dan mereka hendak pulang, tapi nahas mobil yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan,” ungkap Nur Ala. (*)