BI Mengajak Warga Bengkulu Untuk Bijak Berbelanja Beras

oleh -13.579 views
BI Mengajak Warga Bengkulu Untuk Bijak Berbelanja Beras
Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Bengkulu mengajak masyarakat provinsi berjuluk Bumi Rafflesia ini untuk bijak berbelanja beras guna mencegah lonjakan harga komoditas tersebut.

Bengkulu | MEDIAREALITAS – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Bengkulu mengajak masyarakat provinsi berjuluk Bumi Rafflesia ini untuk bijak berbelanja beras guna mencegah lonjakan harga komoditas tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat untuk belanja bijak, jangan borong beras banyak-banyak ya, secukupnya saja, sesuai kebutuhan karena memang ketersediaannya relatif cukup,” kata Deputi Perwakilan BI Provinsi Bengkulu Dhita Aditya Nugraha, di Bengkulu, Selasa 20 Februari 2024.

Menurut pantauan BI, harga komoditas beras di Provinsi Bengkulu sejak memasuki 2024 ini memang mengalami sedikit peningkatan harga. Hal tersebut, kata dia, masih merupakan imbas dari El Nino yang terjadi dari 2023 lalu.

BACA JUGA :   ASN Akan Dapat 1 Unit Apartemen Di IKN, Kecuali Yang Jomlo

Kurangnya produksi gabah di 2023 akibat kondisi El-Nino, membuat kuantitas komoditas beras yang tersedia di pasaran pada 2024 ini tidak sebanyak saat-saat normal.

Namun meski stok tidak sebanyak saat normal, kata Dhita Aditya jumlahnya masih mencukupi untuk kebutuhan konsumsi masyarakat Provinsi Bengkulu.

“Kami juga melakukan sidak pasar, kami dengan TPID turun ke pasar tradisional melakukan pemantauan dan alhamdulillah stok masih cukup aman, jadi stok aman,” kata dia lagi.

BACA JUGA :   ASN Akan Dapat 1 Unit Apartemen Di IKN, Kecuali Yang Jomlo

Untuk mencegah defisit stok beras, BI bersama TPID provinsi, kabupaten dan kota di Bengkulu juga tetap melakukan sejumlah upaya dalam memastikan stok terkendali sampai beberapa bulan ke depan.

“Kami sidak, operasi pasar juga berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan ketersediaan beras, bahkan Bulog Bengkulu juga sudah menyatakan stok beras cukup sampai beberapa bulan ke depan. Jadi tidak perlu khawatir, (malah menimbun komoditas atau membeli dalam jumlah banyak akan menyebabkan kelangkaan dan harganya terdorong lebih tinggi),” ujarnya pula.(*)

Sumber: Ant