Rupiah Menurun Dipengaruhi Imbal Obligasi AS

oleh -78.759 views
Rupiah Menurun Dipengaruhi Imbal Obligasi AS
Petugas menunjukkan uang dolar AS dan uang rupiah di salah satu kantor cabang PT. Bank Mandiri Persero Tbk, Jakarta, Selasa (31/1/2023). (ANTARA FOTO/Reno Esnir/tom.)

Jakarta| MEDIAREALITAS – Petugas menunjukkan uang dolar AS dan uang rupiah di salah satu kantor cabang PT. Bank Mandiri Persero Tbk, Jakarta, Selasa 31 Januari 2023. Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan.

Antarbank di Jakarta merosot 33 poin atau 0,22 persen ke posisi Rp15.003 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.970 per dolar AS.

Mata uang Rupiah di awal perdagangan Jumat pagi dibuka merosot dipengaruhi oleh peningkatan imbal hasil atau yield obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS).

“Yield US Treasury (UST) 10 tahun naik sebesar delapan basis poin menjadi empat persen karena data pasar tenaga kerja yang ketat,” kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede kepada wartawan di Jakarta, Jumat 5 Januari 2024.

Josua mengatakan kondisi pasar tenaga kerja AS yang ketat meningkatkan kemungkinan bahwa Bank Sentral AS atau The Fed akan menunda penurunan suku bunganya pada 2024.

ADP Employment Change mencatat 164 ribu pekerja pada Desember 2023 dari sebelumnya 101 ribu pekerja, lebih tinggi dari perkiraan sebesar 125 ribu pekerja

Sementara US Initial Jobless Claims atau Klaim Pengangguran Awal AS turun menjadi 202 ribu pada pekan terakhir tahun 2023 dari sebelumnya 220 ribu.

Dolar AS terapresiasi terhadap Dolar Australia dan Yen Jepang, namun terdepresiasi terhadap mata uang Euro, Sterling, dan Skandinavia.

Ia memproyeksikan rupiah akan bergerak di area Rp15.500 per dolar AS sampai dengan Rp15.550 per dolar AS.

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi menurun 26 poin atau 0,17 persen menjadi Rp15.517 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.491 per dolar AS. (*)

Sumber: antara