Diduga Meracuni Istri Seorang Suami Di Malang Diamankan Polisi

oleh -132.759 views
Diduga Meracuni Istri Seorang Suami Di Malang Diamankan Polisi
Suami di Malang, Jawa Timur, yang diduga meracuni istri hingga tewas ditangkap jajaran Polres Malang pada Kamis 25 Januari 2024.

Malang | MEDIAREALITAS – Suami di Malang, Jawa Timur, yang diduga meracuni istri hingga tewas ditangkap jajaran Polres Malang pada Kamis 25 Januari 2024.

Terduga pelaku yang berinisial DMM (40) sempat kabur usai memaksa istrinya, Dayang Santi (40), meminum cairan pembersih lantai pada Rabu 24 Januari 2024 pagi.

DMM telah diamankan di Mapolres Malang untuk menjalani sejumlah pemeriksaan.

Diketahui, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Marsudi Waluyo, Singosari, Malang, namun nyawanya tak tertolong saat menjalani perawatan.

Jenazah telah dibawa ke RS Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk proses autopsi.

Tetangga pelaku, Dewi (57), mengatakan DMM sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap korban.

Pasangan suami istri tersebut telah memiliki tiga orang anak dan tinggal di Perumahan Bumi Mondoroko Raya (BMR) Blok G, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

“Korban ini pernah curhat ke saya sering dipukuli oleh suaminya sampai memar.”

“Namun, korban ini curhatnya lama, baru curhat beberapa hari setelah dipukuli,” ungkapnya, Kamis, dikutip dari SuryaMalang.com.

Korban sudah berulang kali menceritakan KDRT yang dialaminya ke tetangga bahkan ketua RT setempat.

“Mungkin ada kalau dua atau tiga kali (korban mengadu terkait KDRT). Tetapi itu sudah lama, mungkin sekitar satu tahun yang lalu,” lanjutnya.

Meski sering mengalami penganiayaan, ujar Dewi, korban menolak untuk melaporkan suaminya.

“Jadi, korban ini mengadu telah ditendang oleh suaminya. Sudah saya ajak ke puskesmas dan melaporkannya ke polisi, ternyata korban tidak mau,” sambungnya.

Menurut Dewi, kondisi rumah tangga DMM dan korban sudah mulai membaik selama setahun.

Namun, ia tidak menyangka korban tewas akibat perbuatan suaminya sendiri.

“Habis itu, saya sudah enggak pernah lagi mendengar keributan. Kemudian, korban ini hamil dan melahirkan.”
“Makanya, saya pikir sudah baik-baik saja. Ternyata malah fatal seperti ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Kapolsek Singosari, Kompol Masyhur Ade, mengatakan kasus ini baru dilaporkan pada Kamis sekitar pukul 01.20 WIB.

“Awalnya pelapor yang merupakan tetangga korban didatangi oleh anaknya.”

“Ia memberitahukan bahwa korban atau ibunya telah dipaksa oleh bapaknya untuk meminum pembersih lantai dan muntah-muntah,” paparnya, Kamis.

Tetangga yang mendapat laporan menemukan korban sudah terlentang di rumah dalam kondisi tak sadarkan diri.

Di mulut korban juga terlihat busa diduga cairan pembersih lantai.

“Setelah mendapatkan perawatan, pelapor mendapatkan informasi bahwa korban telah meninggal dunia. Selanjutnya dilaporkan kepada kami,” jelasnya.

Proses olah TKP telah dilakukan, namun petugas kepolisian tidak menemukan bekas muntahan.

Diduga suami korban sudah membersihkan TKP sebelum kabur.

Barang bukti yang diamankan yakni sebuah botol pembersih lantai yang ditemukan di dapur.

Dewi mengaku kaget ketika melihat anak korban yang masih 5 tahun berdiri di depan rumah sambil menangis.

Ia juga sempat mendegar pertengkaran antara korban dengan suaminya sebelum berangkat belanja.

“Saya tanya ke Y (anak korban), ‘ada apa kok menangis?’, lalu Y menjawab ‘punya air putih?’. Saya jawab ‘buat apa?’ dan Y jawab untuk ibunya karena minum racun, tapi saat itu jawaban Y kurang jelas pengucapannya,” tuturnya.

Dewi menambahkan korban sempat menelepon tetangga lain yang bernama Bu Edi saat kondisinya sedang kritis.

“Jadi, Bu Santi (korban) ini menghubungi Bu Edi dan minta air minum. Saat itu, Bu Edi heran dan bingung dengan hal tersebut,” ucapnya.

Para warga kemudian mendatangi rumah korban dan menemukan ibu rumah tangga tersebut tak sadarkan diri.

“Sama warga, langsung dievakuasi dan dibawa ke puskesmas terdekat.”

“Lalu setelah itu, korban dirujuk ke RS Marsudi Waluyo Singosari,” tandasnya.

Dewi sempat bertanya ke anak pertama korban yang berinisial S terkait kejadian yang dialami ibunya.

“Saya tanya ke anak pertama korban, dan katanya ibunya seperti itu karena dicekoki atau dipaksa minum racun oleh ayahnya (suami korban).”

“Dan yang jelas, saat korban ditemukan keracunan, suaminya itu sudah pergi meninggalkan rumah,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun