Taput | MEDIAREALITAS – Praktek perjudian tebak angka, atau yang lazim disebut toto gelap (Togel) belum sepenuhnya bersih di Tapanuli Utara (Taput) Sumatra Utara.
Penelurusan Mediarealitas, judi togel diberbagai Kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara, salah satu nya diduga di Siborongborong, mulai marak dan merajalela, Selasa (29/8/2023).
Dalam melancarkan aksinya, para koordinator lapangan (korlap) dan juru tulis (jurtul) toto gelap ada yang bermain kucing-kucingan, namun ada pula yang berani secara terang-terangan.
Biasanya mereka nongkrong di warung-warung kopi sembari menunggu pemasang nomor tebakan. Terpantau juga di beberapa warung, disediakan buku tafsir mimpi dan kupon pembelian judi tebak angka.
Judi togel tak terjamah hukum ini memakai merk Sagala Siborong-borong dan Nainggolan Meda, hasil penelusuran banyak juga bandar togel secara perorangan dengan membandari sendiri menggunakan merk lain.
Diduga S Siborongborong, dan N di Medan di-backup oleh Aparat Penegak Hukum (APH).
Bisnis haram ini tentu sangat menggiurkan karena omset dari judi togel yang dimiliki S dan N Medan ini perharinya dapat meraup keuntungan puluhan juta rupiah.
“Gila-gilaan sekarang togel di Taput ini lae, dan marak sekali,” kata Narasumber dengan logat Batak ciri khasnya.
Disinyalir, judi togel S dan N Medan ini makin marak dan terang-terangan tanpa pernah ditindak aparat penegak hukum, khususnya Polda Sumut, Polres Tapanuli Utara dan Polsek setempat.
Warga berharap kepada Kapolda Sumut untuk menangkap semua bandar judi dan pengelolanya di Sumatera Utara, khususnya Tapanuli Utara, baik itu bandar besar dan bandar perorangan.
“Mafia judi harus ditindak tegas oleh Kapolda Sumut yang baru,” katanya kepada awak media.
Sebagaimana diketahui, perjudian jenis togel belakangan ini marak dan tetap jadi sorotan.
Kapolri juga sudah pernah memerintahkan seluruh jajaran untuk membasmi seluruh jenis perjudian tanpa pandang bulu hingga ke akar akarnya.
Namun instruksi tersebut seakan-akan hanya manis dibibir dan pencitraan saja di Tapanuli Utara, Sumatera Utara. (DG)
Penulis : Darma Girsang
Editor : Rahmad

