Banda Aceh | MEDIAREALITAS – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banda Aceh menggelar rapat pembentukan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM), Selasa (13/06/2023).
Sekretaris Dinkes Banda Aceh Nita Adlina mengatakan masalah kesehatan jiwa di Banda Aceh harus menjadi perhatian serius untuk dapat dicegah dan ditangani sedini mungkin, masih tingginya stigma dan labelisasi serta penolakan kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ditambah dengan kasus gangguan mental emosional dan depresi yang selalu meningkat.
Ia meminta Pemko Banda Aceh khususnya instansi-instansi yang terkait harus melakukan langkah nyata agar masalah kesehatan jiwa tidak menjadi bom waktu.
Selanjutnya, Sri Dahlia narasumber menjelaskan bahwa TPKJM merupakan suatu wadah koordinatif lintas sektor dalam pencegahan dan penanggulangan masalah kesehatan jiwa dan psikososial dengan bekerja sama pada lintas sektor terkait, peran serta masyarakat, kemitraan swasta, LSM, kelompok profesi dan organisasi masyarakat.
“Wadah koordinatif ini secara terpadu dan berkesinambungan dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi masalah kesehatan jiwa sehingga akan terbentuk perilaku sehat sebagai individu, keluarga dan masyarakat yang memungkinkan setiap orang hidup lebih produktif secara sosial dan ekonomis,” tutur Sri Dahlia.
Pada wadah ini, ada beberapa lintas sektor yang mengambil peran dalam penanggulangan kesehatan jiwa masyarakat antara lain Dinkes, Disdikbud, Bappeda, Biro Bina Mental, Biro Hukum, Biro Pemberdayaan masyarakat dan LSM.
Adapun tujuan kegiatan rapat Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat ini adalah guna meningkatkan derajat kesehatan jiwa, pengetahuan dan pemahaman serta kesadaran sekaligus upaya untuk mencegah gangguan kejiwaan sejak dini.
“Banyaknya para ODGJ yang belum terdeteksi dan diinventarisir/tercatat/terlaporkan, maka diperlukan adanya kerjasama antara lintas sektor dan masyarakat sehingga penderita ODGJ dapat terdeteksi,” pungkas Sri Dahlia.endidikan.
Turut hadir pada kesempatan itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh didampingi Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Perwakilan kepala SKPK Kota Banda Aceh, para camat serta seluruh kepala Puskesmas dalam wilayah Kota Banda Aceh. (red)




