IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

Tim Tabur Kejagung Berhasil Bekuk DPO Koruptor

oleh -26.579 views
Tim berhasil bekuk
Foto istimewa
Editor: Sumardi

 GOOGLE NEWS

Jakarta | Realitas – Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung berhasil mengamankan buronan Stefanus Joko Mogoginta, di Restaurant Jalan Senopati Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Rabu, (14/9/2022).

Terpidana Stefanus Joko Mogoginta masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena tidak memenuhi panggilan untuk menjalani putusan.

Sebelumnya, Stefanus Joko Mogoginta terpidana dalam tindak pidana turut serta perbuatan rangkaian kebohongan hasil tindak pidana sebagaimana dalam Pasal 2 Ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang terkait asal usul harta kekayaan jahat.

BACA JUGA :   Polisi Gerebek Kampung Narkoba di Sei Bingai

Akibat perbuatan Terpidana, telah menguntungkan badan hukum perseroan terbatas Great Egret Capital sebesar Rp20.000.000.000,- (dua puluh milyar rupiah) dan menguntungkan PT. Semar Pelita Sejati sebesar Rp5.000.000.000,- (lima miliar rupiah).

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung (MA) RI Nomor: 2007 K/Pid.Sus/2021 tanggal 15 Juni 2021, Terpidana Stefanus Joko Mogoginta dinyatakan telah terbukti secara sah bersalah dan dijatuhi pidana penjara selama 3 (tiga) tahun dengan denda sebesar Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) subsideir 2 bulan kurungan.

BACA JUGA :   Cabuli Anak di Bawah Umur, Pria Bener Meriah Dibekuk Polisi

Selanjutnya, setelah melakukan pemantauan dan memastikan keberadaannya, Tim langsung mengamankan Terpidana dan dibawa menuju Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk dilaksanakan eksekusi.

Melalui program Tabur Kejaksaan, Jaksa Agung meminta jajarannya untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran untuk dilakukan eksekusi untuk kepastian hukum.

Jaksa Agung mengimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan. (*)