Mantan Pengurus PWI Pusat Serahkan Buku Untuk Desa Kelahiran

oleh -153.759 views
Mantan Pengurus PWI Pusat Serahkan Buku Untuk Desa Kelahiran
foto ist

Calang | Realitas – Adnan NS mantan Pengurus PWI Pusat Selasa (2/8/2022) pekan lalu menyerahkan dua buah buku yang ditulisnya untuk Pustaka desa kehirannya di Keudee Kruengsabe, Aceh Jaya.

Keuchik Keudee Kruengsabe Anwar Nurdin dan Ketua Tuha Peut Aiyu Fatria, ST dalam keterangan terpisah kepada Media Realitas Selasa, 2 Agustus 2022, kedua buku berbeda judul ini sengaja diserahkan sebagai kenangan khusus baginya.

Penulis Buku Pers Aceh Dalam Lintasan Sejarah dan Buku Aceh Jaya & Lintas Sejarah Peradaban Sosial Budaya yang juga Senator Indononesia Perdana sengaja pulang khusus ke kampung kelahirannya 14 Agustus 1955 silam.

Pada kepulangan dan pamitan sebelum melawat ke beberapa negara tetangga Asean ini, menyerahkan dua buku yang diantar langsung ke kantor desa setempat.

Acara penyerahan berlangsung di Kantor Keuchik Keudee Kruengsabe, diterima langsung Keuchik Anwar disaksikan Ketua Tuha Peut Aiyu Fatria, Kadus Manggis Azhar dan Koordinator Keuchik Se Kecamatan Kruengsabe dan Staff lainnya.

BACA JUGA :  Kaperwil Media Mitrapol Aceh Telah Memberikan Tiga Alat Bukti Kepada Penyidik Polres Sabang, "No Beking - Bekingan"!?

Penyerahan buku ini menurut Keuchik Anwar, akan menambah koleksi buku pustaka desa yang akan menjadi referensi untuk generasi muda mendatang.Apalagi penulis buku ini sendiri adalah putra kelahiran desa yang menjadi kebanggan kita bersama.

Mantan Pengurus PWI Pusat Serahkan Buku Untuk Desa Kelahiran
foto ist

Menurut Anwar, konten buku Aceh Jaya ini mengupas secara lugas dan gamblang perjuangan pemekaran kabupaten ini di masa komplik penuh lika liku dengan landasan tekad pertaruhan nyawa.

Kebetulan penulis buku ini adalah Ketua Pemekaran yang langsung didaulat pada malam pedeklarasian kabupaten ini Rabu, 15 September 1999 malam di kediaman H.Syamsunan Mahmud, SE, Patimura 01/100, Sukaramai Banda Aceh.

Dengan lahirnya buku ini tentu telah terjawab siapa saja sosok pejuang pemekaran di balik itu.Kita tahu Aceh Jaya ini lahir ada yang membidaninya, bukan seperti lahir anak kerbau di tengah Padang.

Mantan Pengurus PWI Pusat Serahkan Buku Untuk Desa Kelahiran
Adnan NS mantan Pengurus PWI Pusat menyerahkan buku untuk Pemkab Pidie Jaya, diterima Wabupnya Sayed Muluadi (foto ist)

Dengan terbitnya buku ini tentu tidak ada lagi peran ureung lhap darah bak mata peudeueng (pahlawan kesiangan).

Kami tahu persis para pejuang ini tidak pernah mengharap balas jasa dan kebetulan juga mereka belum ada yang memperoleh jasa dan jabatan apa pun sejak kelahiran kabupaten ini 10 April 2002 lalu, selain beban utang yang belum kunjung terbayar sebut Anwar.

BACA JUGA :  Kaperwil Mitrapol Aceh Apresiasi Kerja Cepat dan Profesionalisme Polres Sabang Terkait Indikasi Pemalsuan Dokumen Negara

Ketua Tuha Peuet Aiyu, juga mengetahui luka liku perjuangan secara bergeriliya dengan tempat meeting secara berpindah-pindah lokasi di Banda Aceh, tempat di mana pusat panitia mengatur siasatnya ibukota provinsi Aceh itu.

Para pengambil prakarsai ini adalah mereka perantau Aceh Jaya di Banda Aceh.Hubungan darat Meulaboh-Banda Aceh sering terlockdown akibat pertikaian TNI/POLRI-GAM.

Menurut penjelasan penulis yang juga mantan Ketua Pansus Ambalat dan Perbatasan Negara DPD RI ini kepada kami, bahwa sebelumnya buku Aceh Jaya ini sudah diserahkan untuk dua pemkab.Kedua daerah itu yakni Pemkab Aceh Jaya pada Jumat, 15 Juli 2022 pada sebuah acara khusus di taman Memerial Tsunami Calang dan Pemkab Pidie Jaya. (*)