Penerima RLH di Rote Ndao Protes Atas Kualitas Bahan Material Bangunan

oleh -146.759 views
Penerima RLH di Rote Ndao Protes Atas Kualitas Bahan Material Bangunan
Jems Therik, Kepala Dinas PMD Kabupaten Rote ndao

Rote Ndao | Realitas – Warga penerima program Bantuan Swadaya Rumah Tidak Layak Huni (RLH) di Desa Kuli Ai sele, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao Provinsi NTT, protes atas kualitas bahan material bangunan.

Hal ini disampaikan Rince Jonas Warga Dusun Lemulik, Sabtu, 16 Juli 2022.

Di waktu yang bersamaan Dedy manukoa juga penerima manfaat bantuan RLH, yang tinggal di Dusun Tali Lipa Dusun RT 007 RW 004, Desa Kuli Ai sele, Lobalain.

“Saya rasa aneh pak, kok saya mendapatkan bantuan ini tidak sama seperti Spec alias perencanaan, terutama Batako dan Besi Banci. Sementara tetangga saya keliatannya juga mengalami hal yang sama seperti saya ,” ujar nya dengan nada gusar.

Sebagaimana diketahui, pada Tahun Anggara2021, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menganggarkan dana RLH yang bersumber dari APBD, melalui Dana Desa (ADD) sebesar Rp. 49500 juta rupiah bagi warga yang tidak mampu dan layak terima di Desa Kuli Ai sele tersebut.

BACA JUGA :  Polemik Kantin MBG Mencuat, PIC SPPG Yayasan Boga Gizi Sarana Maulidan: Kesejahteraan Berbasis Pendidikan Melalui MBG Lebih Menjamin dan Bermutu

Namun sangat di sesalkan dari fakta lapangan, kualitas bahan bangunan yang disiapkan supplier dengan anggaran yang begitu besar diduga tidak sesuai dengan spesifikasi RAB bangunan yang ada

Serupa juga yang di alami Warga Dusun Gaya Baru, RT 010 RW 005 Absalom Dillak mengatakan bahwa bangunan rumah bantuan pemerintah kepada kami masyarakat harus dapat meningkatkan kualitas hidup Kami penerima bantuan, yakni dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman.

Penerima RLH di Rote Ndao Protes Atas Kualitas Bahan Material Bangunan
Foto Bahan Material Bangunan

“Tujuannya kan yang tadinya tidak layak menjadi layak huni, tetapi kalau batu batako untuk tembok dan besi nya besi banci tidak sesuai spec dari mana rumah tersebut bisa kuat seperti harapan pemerintah Kabupaten” ujarnya

Sementara itu, salah satu warga Desa Kuli Ai sele di Dusun Batulai menyampaikan keluhan juga.

Ia mengatakan bantuan tersebut di dikelola oleh pihak desa namun langsung dikerjakan oleh pelaksana lapangan dari dalam desa “Kami dari pihak masyarakat tidak ikut campur tentang pembangunan tersebut, paling kami hanya memantau hasil pelaksanaan pembangunan tersebut.

BACA JUGA :  PIC SPPG Karang Anyar Nanda Syahputra: Kesejahteraan Berbasis Pendidikan Melalui MBG Lebih Menjamin

Termasuk pengadaan material yang di berikan kepada masyarakat penerima, kami tidak tau pak,” ungkap nya

Kepala Desa Kuli Ai sele Yermias Thine alias Mias saat di konfirmasi, melalui Whatsapp Sabtu tidak aktif.

Kadis PMD Yames Therik yang dihubungi media ini melalui saluran WhatsAppnya mengatakan, dirinya berterima kasih atas informasinya baru mengetahui hal ini dari wartawan.

Iya juga mengaku dirinya belum kroscek ke lapangan.

“Baik pak, terima kasih atas infonya, Hari Senin 18 Juli 2022 Tim Dinas PMD, Pendamping Desa akan Ke desa guna mengecek semua material RLH di Desa Kuli Aisele TA 2022.
Salam Berdesa ,” ucap Yames. (*)