Aceh Singkil | Realitas – Pemeritah Kabupaten Aceh Singkil mengelar Pisah sambut Bupati-Wakil Bupati Aceh Singkil periode 2017-2022 Dulmusrid-H. Sazali.S.Sos. dengan Pj. Bupati Aceh Singkil Marthunis, ST.D.E.A. Senin malam 25-7-2022 di Pondopo Bupati.
H. Sazali diwakili anak kandungnya dr. Desra Novianto pada malam perpisahan itu menyampaikan pesan orang tuanya tidak bisa hadir pada malam lepas sambut itu, karena beliau sakit, dan juga menyampaikan permohonan maaf dari hati yang dalam mungkin selama 5 tahun ini ada tingkahlaku maupun tuturkata yang kurang berkenan dihati bapak ibu semua, untuk dapat diberikan kemaafan.
Namun yang terpenting mari kita eratkan persatuan, kebersamaan dan kekelurgaan dibawah kepemimpinan Pj. Bupati Marthunis, sehingga Aceh Singkil Gemilang, indah dan lebih jaya,ucap Desra Novianto.
Dikesempatan yang sama Dulmusrid, juga mempaikan perhonan maaf kepada seluru elemen masyarakat setempat. Kepada PJ. Bupati Aceh Singkil Marthunis, ST.D.E.A. bersama keluarga di ucapkan selamat datang, semoga selalu dalam lindungan Allah huta’alla sehingga sukses memimpin Aceh Singkil kearah yang lebih baik lagi.
Selama 5 tahun menjalankan tugas bersama dengan Forkompinda bejalan Hamonis. Adapun Kekurangan selama ini ia serahkan kepada PJ Bupati untuk dapat melanjutkan kesempunaannya.
Sementara Pj. Bupati Aceh Singkil Martunis, ST, D.E.A. dalam sambutnya mengatakan, Pejabat Bupati hanya diberi menjabat selama satu tahun kemudian akan di evaluasi apakah kinerjanya baik tentu akan di perpanjang masa jabatan itu.
Sebagai pejabat Bupati tentunya meneruskan apa yang sudah diteruskan Dulmusrid dan H. Sazali.
Dia mengibaratkan membangun Singkil ini seperti membangun rumah baik itu pondasi batu bata yang sudah diletakan seharusnya tidak lagi membongkar pondasi yang sudah ada, tapi tentunya dengan tren desain mungkin sedikit akan berubah, katanya.
Dia juga menyebutkan, bahwa merasa bersyukur ditugaskan negara ke tanah batuah para generasi Syech Abdurrauf As Singkil seorang ulama di Aceh, juga ulama di Indonesia bahkan ulama Asia tenggara.
Tentunya sebagai generasi, anak cucu perlu mengikuti jejak dari pada Ulama besar kita itu sehingga Aceh Singkil menambah ketuahannya.(*)



