Langsa | Realitas – Suhaimi SY atau yang disapa Emiel Kc, Politikus Partai sekaligus Publik Figur Melenial, kritik tentang pensiunnya Armada Kapal Perang Landing Ship Tank Milik TNI-AL, KRI Teluk Langsa 501.
Ia mengatakan ini sebuah kebanggaan Kita, karena salah satu kapal perang TNI AL adalah KRI Teluk Langsa 501 adalah Kapal Perang milik TNI – AL, sudah lebih dari 50 tahun memperkuat jajaran persenjataan TNI – AL.
Kalau dilihat dari sejarah, pada saat itu teluk langsa yang kini bernama Kuala Langsa sangat besar perannya di Asia Tenggara, sebut Emiel kepada Wartawan, Jum’at (8/4/2022).

Waktu itu teluk kuala langsa adalah tempat wara wari perdagangan bebas import eksport, perbengkelan kapal, pengisian bbm kapal dan sebagainya.
Karena termasuk teluk yang sangat Strategis pada masa lampau diberilah nama besar tersebut dikapal perang TNI – AL “KRI Teluk Langsa 501”.
Tapi apa daya hingga saat ini Kuala Langsa bagaikan sudah mati, kemana warga Aceh khusus Kota Langsa, kalau dilihat dari sejarah kemaritiman kita saat itu sudah jauh berkembang pesat, ujarnya.
Jangan katakan ini semua karena terhambatnya sebuah regulasi pemerintahan, kini bukan saatnya kita harus mencari kambing hitam yang patut disalahkan.
Demi kemajauan Kota Langsa, kita sangat membutuhkan pakar, pemikir yang bisa mencari solusi untuk membangunkan kembali teluk langsa ini dari tidur panjangnya.
Label Kota Langsa dan sudah digaungkan saat ini adalah Kota jasa , kota dagang, kota transit, namun ini bagaikan kamuplase semata.
Di Jakarta, Pusat Pemerintahan Negara Republik Indonesia, kita mempunyai wakil wakil Aceh disana, seperti DPD, DPR RI dan juga Wakil kita yang ada di Provinsi Aceh DPRA.
Emiel meminta elite politik perwakilan Aceh di Jakarta untuk mengutamakan kepentingan Rakyat Aceh, menyelamatkan MoU Helsinki dan UUPA demi NKRI.
Siapapun orang Aceh baik yang tinggal dan bertugas di di luar Aceh, apakah itu di Pemerintahan Daerah atau Lembaga Vertikal dari Pemerintah Pusat, hingga kalangan Dunia Usaha tak boleh melupakan, bahwa otonomi khusus Aceh itu terlalu mahal harganya” ujarnya
Kita harapkan kepada mereka kerja samanya untuk menjalin hubungan antara instrumen pemerintah dibidang kemaritiman, sebut Emiel Kc.
Disisi lain Emiel Kc juga mengatakan, dalam hal ini kita sangat membutuhkan pemikir bukan sebatas orator, kita butuh para pentolan muthakhir kota langsa, para tokoh tokoh politik, juga cendikiawan, demi kemajuan Kota Langsa dan Aceh
Kalau dilihat di sektor lain seperti hasil dari Perkebunan dan pertanian kota Langsa sangat signifikan namun dibidang Kemaritiman nyaris tidak tersentuh sama sekali. ucapnya.
Dalam bincang politiknya, dengan Media ini, Calon Wali Kota Langsa dari Partai Sira ” Suhaimi SY ” juga mengatakan Motto Partai Sira Memenangkan hati rakyat ,membangun peradaban aceh”, maksud dari tema ini adalah
Untuk menjadi Pemimpin di Kota Langsa jangan selalu mengedepankan dan Mengandalkan sisi finansialnya, ujarnya.
Tapi bagai mana cara calon calon Pemimpin Kota Langsa ini membangkitkan disegala sektor termasuk dibidang kemaritiman yang belum tersentuh sama sekali, sebut Emiel Kc. (*)

