Muara Enim | Realitas – Stok BBM jenis solar dan pertalit, dalam tiga bulan terakhir ini selalu mengalami kelangkaan bahkan antrian yang cukup panjang membuat sopir dan masyarakat tak dapat menikmati.
Salah seorang sopir taksi yang biasa mengangkut penumpang dari Semende tujuan Muara Enim yang bernama Zul menuturkan pada wartawan, Rabu (30/3/2022) sudah tiga jam antrian di SPBU Kepur, belum juga dapat giliran.
Karena banyaknya mobil tambang seperti tronton roda 10 yang melakukan pengisian bahan bakar solar bersubsidi pada siang hari tuturnya.
Terkait kelanggkahan BBM bersubsidi yang terjadi di Kabupaten Muara Enim, Membuat Kasman S.sos selaku Anggota DPRD dari fraksi Nasdem, sekaligus ketua komisi III langsung menanggapi keluhan masyarakat.
Langkahnya BBM jenis solar, dan pertalit ini diduga karena banyaknya mobil angkutan tambang yang roda lebih dari enam semakin berani terang terangan mengisi BBM bersubsidi, terutama jenis solar di pombensin yang ada di Muara Enim, ujar Kasman.
Jika terus terusan SPBU melakukan hal seperti ini dalam waktu dekat ini kami akan melakukan sidak dan akan selalu memantau kelanggkahan BBM yang ada di Muara Enim karena banyak nya keluhan dari masyarakat.
Kasman menegaskan kepada seluruh SPBU yang ada di Muara Enim agar tidak melakukan pelanggaran seperti melakukan pengisian BBM bersubsidi kepada mobil angkutan tambang dan angkutan perkebunan, kelautan yang tertuang pada Perpres no 191 tahun 2014 pungkasnya.
Sedangkan sangsinya bagi mobil tambang yang melakukan pengisian solar bersubsidi semuanya jelas apalagi pom bensin yang melakukan pelanggaran bisa kami laporkan ke pihak Pertamina tutupnya. (*)




