IKLAN YARA

Hukum Meninggalkan Shalat Bisa Dosa Besar

oleh -72.579 views
Hukum Meninggalkan Shalat Bisa Dosa Besar

MEDIAREALITAS.COM – Hukum Meninggalkan Sholat yaitu lebih besar dosa dari berzina dan mencuri, bahwa orang yang meninggalkan shalat dianggap telah murtad (keluar dari Islam).

Definisi Shalat

Secara bahasa shalat berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti, doa. Sedangkan, menurut istilah, salat bermakna serangkaian kegiatan ibadah khusus atau tertentu yangdimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Salat memiliki keduduka nyang tinggi dalam Islam. Dengan Salat kita menghambakan diri kita sepenuhnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Perlu juga kita pahami bahwa kewajiban melaksanakan Salat sangat berkaitan erat dengan Amalan di dalam Islam lainnya dimana bila seorang tersebut giat berpuasa, ringan dalam berinfaq, bahkan sering berhaji namun ia tak melaksanakan Salat maka Amalan yangia kerjakan tersebut secara tidak langsung maka akan tertolak karena ia tidak melaksanakan hal pokon atau wajib sebelum melaksanakan yang ditekankan dalam beramal yaitu Salat.

Shalat menghubungkan seorang hamba kepada pencipta Nya, dan shalat merupakan menifestasi penghambaan dan kebutuhan diri kepada Allah SWT.Dari sini maka, shalat dapat menjadi media permohonan, pertolongan dalam menyingkirkan segala bentuk kesulitan yang ditemui manusia dalam perjalanan hidupnya.

Di samping shalat wajib yang harus dikerjakan, baik dalam keadaan dan kondidi apapun, diwaktu sehat maupun sakit, hal itu tidak boleh ditinggalkan, meskipun dengan kesanggupan yang ada dalam menunaikannya, maka disyariatkan pula menunaikan shalat sunah sebagai nilai tambah dari shalat wajib.

Sebagaimana firman-Nya dalam surat An Nisa ayat 103 sebagai berikut:

اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا

Artinya: “Sungguh, shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An Nisa: 103)

  1. Hadits Meninggalkan Shalat

Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ

“(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 257)

Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلَاةِ

”Dari Ibnu Juraij dia berkata, telah mengabarkan kepadaku Abu az-Zubair bahwa dia mendengar Jabir bin Abdullah berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Yang memisahkan antara seorang laki-laki dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim) [No. 82 Syarh Shahih Muslim] Shahih.

Diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ

”Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat.” (HR. Tirmidzi no. 2825. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan At Tirmidzi)

Dalam hadits ini, dikatakan bahwa shalat dalam agama Islam ini adalah seperti penopang (tiang) yang menegakkan kemah. Kemah tersebut bisa roboh (ambruk) dengan patahnya tiangnya. Begitu juga dengan islam, bisa ambruk dengan hilangnya shalat.

Dalam dua kitab shohih, berbagai kitab sunan dan musnad, dari Abdullah bin ’Umar radhiyallahu ’anhuma. Beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda

بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَان

”Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah (bagi yang mampu, pen), (5) berpuasa di bulan Ramadhan.”  (Lafadz ini adalah lafadz Muslim no. 122)

  1. Akibat Meninggalkan Shalat

Akibat meninggalkan salat 5 waktu dalam ajaran agama Islam akan memberikan dampak buruk kepada seorang mukmin. Beberapa dampak yang dapat ditimbulkan dari perilaku melalaikan salat sebagai berikut :

  1. Menyebabkan Terjadinya Kesesatan

Salat adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dalam keadaan apapun, salat menjadi ibadah yang tepat untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta.   Mukmin yang melaksanakan ibadah salat akan mendapatkan wahyu dari Allah SWT dan dihindarkan dari nafsu serta godaan setan.

  1. Dihukumi sebagai Orang-orang yang Celaka

Manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah di bumi untuk selalu taat serta patuh beribadah kepada Allah SWT. Pada hari perhitungan kelak, ibadah pertama yang akan dihisab oleh Allah adalah salat. Hal tersebut menunjukan bahwa salat merupakan ibadah yang utama dalam agama Islam. Allah SWT dalam QS Al Ma’un ayat 4-5 berfirman, “maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dalam salatnya”.

  1. Masuk ke dalam Neraka

Patuh dan tunduk kepada Allah SWT dibuktikan dengan melaksanakan ibadah sesuai tuntunan. Meninggalkan salat termasuk perilaku lalai dan tergolong dosa yang besar. Allah SWT akan memasukkan orang-orang yang meninggalkan salatnya ke dalam neraka saqar.

Dikutip dari laman NU Online, seorang mukmin yang meninggalkan salat fardu maka akan diberikan 15 siksaan sesuai penjelasan Syekh Zainuddin al-Malibari dalam kitab Irsyadu al-Ibad.

Adapun 15 siksaan tersubut terdiri dari 6 siksaan di dunia, 3 siksaan Ketika meninggal, dan 3 siksaan saat di alam kubur sampai hari perkumpulan di padang mahsyar.

Siksaan di Alam Dunia

  • Hilangnya keberkahan umur
  • Hilangnya bukti keshalihan di wajahnya
  • Segala pahala dari amal baik menjadi tidak berarti
  • Doanya ditolak
  • Tidak mendapatkan doa dari orang-orang shalih
  • Banyak dibenci orang lain

Siksaan saat Sakaratul Maut

  • Mati terhina
  • Mati kelaparan
  • Mati kehausan

Siksaan di Alam Kubur dan Hari Perkumpulan

  • Lubang kubur sempit
  • Alam kubur dipenuhi dengan api

Dalam kubur ditemani ular besar bernama Asy-Syuja al-Aqra