IKLAN YARA

Tim Penyidik Polda Aceh Periksa 17 Saksi Terkait Kasus Pembakaran Rumah Wartawan di Aceh Tenggara

oleh -26.489 views
Tim Penyidik Polda Aceh Periksa 17 Saksi Terkait Kasus Pembakaran Rumah Wartawan di Aceh Tenggara
Tim Penyidik Polda Aceh Periksa 17 Saksi Terkait Kasus Pembakaran Rumah Wartawan di Aceh Tenggara
UPDATE CORONA

Banda Aceh I Realitas – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh melalui Ditreskrimum sampai saat ini telah memeriksa 17 orang saksi terkait kasus pembakaran rumah salah satu wartawan Serambi Indonesia yang terjadi pada 30 Juli 2019 lalu, di Aceh Tenggara.

Demikian disampaikan Dirreskrimum Polda Aceh Kombes Pol Ade Harianto, SH., MH. melalui Kabid Humas Kombes Pol. Winardy, S.H., S.I.K., M.Si. dalam keterangan persnya kepada sejumlah Wartawan , Selasa (16/11/2021) di Mapolda Aceh.

Winardy lebih lanjut menyebutkan, saat ini penyidik masih terus melakukan pemeriksaan saksi untuk mengungkap kasus kebakaran yang menghanguskan satu unit rumah wartawan beserta satu unit mobil miliknya, ujarnya.

BACA JUGA :   MTQ Ke-XXXVIII Agara Kembali Di Gelar

Pemeriksaan terhadap saksi korban Lisnawati dimulai pada pukul 11.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB di ruangan Subdit I Ditreskrimum Polda Aceh, hari ini.

Dalam pemeriksaan itu, penyidik Ditreskrimum Polda Aceh menanyakan kembali kronologis kejadian kebakaran yang telah menghanguskan satu unit rumah bersama satu mobilio beserta isinya.

Selain itu juga, penyidik menanyakan kedatangan tamu tak dikenal di rumahnya dengan gerak gerik mencurigakan yang datang mengendarai sepeda motor berplat militer dengan fostur tubuh tinggi dan rambut cepak.

“Saya sudah jenuh diperiksa terus, saya maunya kasus pembakaran rumah saya secepatnya pelaku ditangkap pak Kapolda Aceh,” pinta korban.

BACA JUGA :   Kasus Penembakan Pos Pol Sudah Tuntas, 4 DPO Serahkan Diri

Sementara itu, Pengacara korban, Askhalani SHI, memberikan apresiasi terhadap keseriusan Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Ahmad Haydar SH untuk menuntaskan kasus pembakaran rumah Wartawan Serambi Indonesia di Aceh Tenggara.

Menurut Askhalani, kasus ini bakal terungkap siapa pelaku dan yang menjadi aktor skenario dalam pembakaran rumah wartawan.

Karena pembakaran ini terindikasi adanya upaya pembunuhan berencana yang dilakukan pelaku.

Askhalani menduga, pembakaran ini juga ada kaitannya dengan karya jurnalistik yang dilakukan oleh korban selama ini terkait beberapa isu kasus rasuah di sana.

“Dan, korupsi di Aceh Tenggara menjadi atensi dan prioritas Kapolda Aceh untuk menuntaskannya dan dikawal Komisi III DPR RI,” ujar Askhalani yang juga Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh.

BACA JUGA :   Aneuk Kleng : Minta Bupati Aceh Timur Jangan Tutup Mata Perbaiki Jalan Tanjong Menje-Luengsa yang Berlobang

Namun demikian, Winardy berharap, semua pihak menghargai proses hukum yang sedang dilakukan oleh kepolisian, dan kasus ini terus dikejar sampai tuntas.

Lebih di katakan nya penyidik perlu melakukan beberapa pendalaman pemeriksaan kembali setelah kasus tersebut dilimpahkan ke Polda Aceh, sebut Kabid Humas.

“Kita masih lakukan pendalaman terhadap kasus yang dilimpahkan ke Polda tersebut. Tetap dikejar pelakunya, dan sampai tuntas semampu tim penyidik. Jadi, mohon bersabar semua akan terungkap nantinya”, tutup Kabid Humas Polda Aceh. (H. A Muthallib )