IKLAN YARA

Zaenul Mutaqin Soroti Proyek di Kota Bogor yang Makan Dana Miliaran

oleh -28.489 views
Zaenul Mutaqin Soroti Proyek di Kota Bogor yang Makan Dana Miliaran
Foto : Pokjabpgor.com
UPDATE CORONA

Bogor I Realitas – Komisi II Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Bogor Zaenul Mutaqin, sontak menyoroti beberapa proyek yang memakan anggaran miliaran rupiah.

Pasalnya beberapa proyek infrastuktur strategis di Kota Bogor hingga saat ini masih berjalan.

Diantaranya adalah pembangunan alun-alun Kota Bogor, Masjid Agung, perpustakaan, pedestrian Juanda, dan revitalisasi jalur Surya Kencana.

Proyek yang memakan anggaran miliaran rupiah ini pun sontak menjadi sorotan bagi Komisi III DPRD Kota Bogor.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Zaenul Mutaqin, kepada awak media pada hari, Jum’at (29/10/2021) mengungkapkan, bahwa pihaknya tengah menyoroti beberapa proyek strategis di Kota Bogor agar bisa selesai pada waktunya.

BACA JUGA :   Miris, Pembangunan Tower Ilegal Terus Meningkat di Kabupaten Bogor

“Tahun 2021 ini merupakan tahun pembangunan infrastuktur. Oleh karena itu Komisi III lebih banyak melakukan pengawasan dan sidak pekerjaan fisik, terutama pada pembangunan sarana publik,” ujar Zaenul.

Salah satu proyek pembangunan yang disorot oleh Komisi III adalah alun-alun Kota Bogor. Proyek eks lahan taman topi yang menelan anggaran Rp13 miliar itu hingga saat ini pengerjaannya baru menyentuh angka sekitar 35 persen.

“Proyek ini harus dipercepat pengerjaannya, apakah ditambah jumlah tenaga kerja atau jumlah peralatannya.

Intensitas pekerjaan harus terus ditingkatkan tanpa harus menurunkan kualitas dan standar pembangunan yang ada, sehingga target bisa tercapai sesuai target,” ujar pria yang akrab disapa ZM.

“Masalah lingkungan juga harus diperhatikan. Tidak ada penebangan pohon yang dihalalkan dalam setiap pembangunan. Ini harus menjadi perhatian serius karena RTH itu adalah paru-paru Kota Bogor,” tegasnya.

BACA JUGA :   Nico Siahaan Mendapatkan Penghargaan Dari Pewarna Indonesia

Selain pembangunan alun-alun, megaproyek lainnya yang menjadi sorotan adalah revitalisasi jalan Suryakencana. Sebab, proyek yang menelan anggaran Rp30 miliar dari dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ini mengalami keterlambatan sebesar 11 persen.

“Jangan sampai anggaran yang sudah menggunakan pinjaman ini bermasalah dan terlambat, karena sisa waktu tinggal 68 hari lagi,” jelas ZM. (Eka Gondrong/pjk)