IKLAN YARA

Jual Sabu Hasil Tangkapan 11 Bintara dan Perwira Jadi Tahanan Jaksa

oleh -108.489 views
Jual Sabu Hasil Tangkapan 11 Bintara dan Perwira Jadi Tahanan Jaksa
Foto : Ilustrasi
UPDATE CORONA

Asahan I Realitas – Jual narkotika jenis sabu-sabu hasil tang kapan kini 11 bintara perwira Polres Tanjungbalai  jadi tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungbalai Asahan.

Kini Para polisi itu ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Tanjungbalai di Pulau Simardan.

“Kejari TBA menerima pelimpahan tahap II dari Polda Sumut.

Ada 11 orang oknum polisi yang bertugas di Polairud dan dari Satuan Narkoba Polres Tanjungbalai,” sebut Kasi Intelijen Kejari TBA, Dedi Saragih kepada awak media pada hari, Jumat (1/10/2021).

Kasi Intelijen Kejari TBA, Dedi Saragih mengatakan, rangkaian penyerahan tersangka dan barang bukti telah selesai dan dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke PN Tanjungbalai, “hasil swab seluruh tersangka sudah selesai,” ujar Dedi Saragih.

BACA JUGA :   Polda Jateng Tangkap DC-Direktur Pinjol Ilegal Yogya

Menurut Dedi, sebenarnya dalam kasus ini ada 14 orang tersangkanya.

Tiga lainnya merupakan gembong narkoba.

Dedi mengatakan, terbongkarnya kasus narkoba yang melibatkan 11 bintara sampai perwira Polres Tanjungbalai ini bermula pada 19 Mei 2021.

Kala itu, ditemukan satu unit kapal kayu yang di dalamnya terdapat 76 bungkus narkoba jenis sabu.

Atas temuan itu, anggota Polres Tanjungbalai bernama Khoirudin, bersama tersangka Syahril Napitupulu, dan tersangka Alzuma Delacopa yang merupakan petugas Polairud melakukan pengamanan. 

“Atas temuan tersebut, Khoirudin melaporkan kepada Togap Sianturi selaku Kasat Polairud. Kemudian akibat laporan tersebut, Togap memerintahkan tersangka Juanda, Hendra, John Erwin untuk berangkat menuju lokasi,” jelasnya. 

BACA JUGA :   Prediksi PSV vs Monaco, Liga Europa 22 Oktober 2021

Setelah sampai, kemudian barang bukti dibawa menuju ke Kantor Polair Tanjungbalai.

Di perjalanan, tersangka Tuharno yang merupakan anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungbalai memindahkan 13 bungkus sabu kedalam satu buah goni. 

“Kemudian, Tuharno menyuruh Hendra menyimpan sabu tersebut di lemari penyimpan minyak kapal,” katanya. 

Tuharno bersama Khoirudin, dan Syahril Napitupulu sepakat untuk menyisihkan 6 kilogram sabu untuk dijual.

“Selanjutnya, Tuharno menghubungi Kanit Narkoba Polres Tanjungbalai, Waryono dengan kesepakatan akan dijual sebagai uang rusa dan disimpannya,” katanya. 

Kemudian, dari 6 kilogram sabu tersebut, dibayar oleh seorang tersangka Tele (DPO) dengan harga Rp 250 juta dan dibayarkan ke Waryono. 

BACA JUGA :   KPK Limpahkan Berkas Perkara Eddy Rumpoko ke Pengadilan Tipikor

Selanjutnya, 5 kilogram sabu lainnya dijual oleh Waryono kepada Boyot dengan harga Rp 1 miliar. 

Sementara, dari 76 kilogram sabu yang ditemukan, hanya dilaporkan 57 kilogram kepada Kasat Polair Tanjungbalai. 

“Sementara 13 kilogram lainnya yang diambil Tuharno dijual kepada tersangka Sawaluddin, Adi Iswanto, Iswanto Tanjung, masing-masing 1 kilogram dengan harga Rp 550 juta,” jelasnya. 

Akibat perbuatannya, ke 14 tersangka yang diantaranya 11 bintara sampai perwira Polres Tanjungbalai itu disangkakan dengan Pasal 114 ayat (2) subsidair Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat(1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika. (*)

Sumber : tribun