IKLAN YARA

Bukan Main, di Laut RI Ada Harta Karun Rp 19 Ribu Triliun

oleh -9.489 views
Bukan Main, di Laut RI Ada Harta Karun Rp 19 Ribu Triliun
Bukan Main, di Laut RI Ada Harta Karun Rp 19 Ribu Triliun
UPDATE CORONA

Jakarta I Realitas – Diketahui bahwa Indonesia mempunyai harta karun senilai Rp 19.000 triliun. 

Harta karun Bumi Pertiwi tersebut berupa kekayaan laut Indonesia yang diperkirakan mencapai US$ 1.338 miliar atau sekitar Rp 19.133 triliun (asumsi kurs Rp 14.300) per tahun. Harta karun tersebut mencakup perikanan tangkap, budi daya, hingga industri bioteknologi.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan Sjarief Widjaja mengatakan, potensi ini harus dioptimalkan betul, khususnya bagi para pengusaha-pengusaha tanah air.

“Kira-kira kekayaan laut kita sekitar US$ 1.338 miliar per tahun, ini dari semua sisi dari perikanan tangkap, perikanan budidaya dan industri pengolahan dan seterusnya. Ini peluang, kita baru sentuh perikanan tangkap saja, kita belum sentuh bioteknologi,” kata Sjarief dalam Rapat Kerja Nasional Hipmi 2021.

BACA JUGA :   Kemendag Tingkatkan Logistik dan Perdagangan Sumatera Utara

Pemanfaatan potensi kelautan atau harta karun Indonesia tersebut, dikatakan Sjarief juga menjadi salah satu prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Waktu pertama beliau deklarasikan terpilih menjadi presiden periode pertama beliau sampaikan kita sudah terlalu lama memunggungi laut, dan saatnya kita menoleh ke laut kita ini,” ujarnya.

Dia menyebut, luas area Indonesia ada sekitar 8 juta km persegi atau sama seperti dengan Amerika Serikat (AS). Hanya saja, luas tersebut yang baru termanfaatkan 2,1 juta km persegi dan sisanya 6,1 juta km persegi belum berkontribusi pada perekonomian nasional.

“Ini persoalan utama kita, padahal resources-nya luar biasa. Ini yang kita buka ayo kita sekarang gerak bersama resources kelautan menunggu anda semua,” jelasnya.

BACA JUGA :   Pengalihan Kendaraan Bahan Bakar Minyak ke Listrik Pada Tahun 2040

Dia mencontohkan, Indonesia termasuk pengekspor terbesar rumput laut, di mana sekitar 25% kebutuhan dunia berasal dari tanah air. Hanya saja, permasalahannya produk yang diekspor masih bahan mentah sehingga belum memiliki nilai tambah yang lebih besar.

Mengenai rumput laut, dikatakan Sjarief, menjadi produk andalan sektor kelautan karena produk turunannya sangat besar. Rumput laut bisa menjadi bahan baku kosmetik, obat-obatan hingga tepung. Dia pun mengajak seluruh pengusaha nasional terutama yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk memanfaatkan peluang ini.

“Kita eksportir terbesar tapi kita belum sentuh hilirisasi Ini peluang,” ungkapnya.

BACA JUGA :   Ketua YLKI : Pinjol Resmi dan Ilegal Sama-sama Tidak Manusiawi

Perlu diketahui, potensi kekayaan ekonomi sektor kelautan atau harta karun Indonesia sebesar US$ 1.338 miliar ini tersebar di 11 sektor yaitu perikanan tangkap yang potensinya US$ 20 miliar, perikanan budidaya US$ 210 miliar, industri pengolahan US$ 100 miliar, industri bioteknologi US$ 180 miliar, energi dan sumber daya mineral termasuk garam dan BMKT US$ 210 miliar.

Selanjutnya, potensi harta karun ini ada di pariwisata bahari US$ 60 miliar, transportasi laut US$ 30 miliar, industri dan jasa maritim US$ 200 miliar, coastal forestry US$ 8 miliar, sumber daya wilayah pulau-pulau kecil US$ 120 miliar, dan sumber daya non konvensional US$ 200 miliar. (*)

Source: Dtc