IKLAN YARA

Telkom Janji Ganti Rugi untuk Pelanggan Atas Perkara Kabel Jasuka

oleh -22.489 views
Telkom Janji Ganti Rugi untuk Pelanggan Atas Perkara Kabel Jasuka
Telkom Janji Ganti Rugi untuk Pelanggan Atas Perkara Kabel Jasuka
UPDATE CORONA

MEDIAREALITAS.COM – Minggu ini banyak konsumen IndiHome dan Telkomsel mengeluhkan layanan akibat gangguan kabel bawah laut Jasuka. Buntutnya ada ganti rugi dari Telkom.

Rentetan kejadian akibat kabel Jasuka ini menjadi perhatian masyarakat sepanjang minggu. 

1. Netizen Mengeluh IndiHome-Telkomsel down

Kehebohan diawali pada Minggu, 19 September 2021. Netizen ramai-ramai mengeluhkan koneksi IndiHome dan Telkomsel down. Alhasil, topik “IndiHome” dan “Telkomsel” jadi trending topic di lini masa media sosial Twitter.

Netizen mengaku kesulitan untuk berselancar di internet, bahkan di antara mereka sampai tidak bisa mengakses layanan sama sekali.

Indihome melalu story Instagramnya mengakui sedang ada gangguan jaringan. Mereka pun melakukan perbaikan. Namun tampaknya kali ini masalahnya cukup serius: kabel bawah laut terganggu.

Telkom menjelaskan bahwa permasalahan yang terjadi pada layanan IndiHome ini karena ada gangguan pada sistem komunikasi kabel laut (SKKL) di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan (Jasuka) ruas Batam – Pontianak.

Gangguan tersebut terjadi pada Minggu mulai sekitar pukul 17.33 WIB yang berdampak pada penurunan kualitas layanan Telkom Group, baik fixed maupun mobile broadband di beberapa wilayah Indonesia.

“Saat ini kami sudah langsung melakukan rerouting trafik sebagai alternatif jalur komunikasi menuju Batam, sehingga kualitas layanan dapat segera kembali normal sebelum tengah malam ini,” ujar SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom, Ahmad Reza.

BACA JUGA :   Pengalihan Kendaraan Bahan Bakar Minyak ke Listrik Pada Tahun 2040

Belum diketahui secara pasti apa penyebab gangguan yang terjadi pada kabel laut Jasuka tersebut. Telkom menyebutkan saat ini gangguan teridentifikasi berasal dari titik sekitar 1,5 kilometer lepas pantai Batam pada kedalaman 20 meter bawah permukaan laut.

2. Apa itu kabel bawah laut Jasuka?

Mendengar penjelasan resmi Telkom, konsumen pun bertanya-tanya, apa itu kabel bawah laut Jasuka? Jasuka merupakan singkatan dari Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Submarine Cable Map, Telkom membangun jaringan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Jasuka sepanjang 10.860 kilometer.

Jaringan fiber optik tersebut menghubungi sejumlah kota di Jasuka, mulai dari Bandar Lampung, Batam, Baturaja, Dumai, Jakarta, Jambi, Medan, Padang, Palembang, Pekanbaru, Pontianak, Rantu Prapat, Sibolga, Tanjung Pakis, Tanjung Pandan, Tebing Tinggi, dan Bandar Bukit Tinggi yang ada di Malaysia.

SKKL Jasuka ini mulai digelar Telkom sejak tahun 2006. Menurut Telkom, Jasuka merupakan salah satu jalur kabel laut terpanjang di dunia. Adapun, jalur kabel laut ini terdiri dari empat kanal 40G dengan kapasitas daya tampung hingga 16 kali lipat dari jalur konvensional.

Jasuka pun jadi pengetahuan baru masyarakat. Bahkan sempat beredar beberapa hoax terkait kabel bawah laut Jasuka, antara lain video hoax ‘kiamat internet’ 6 hari karena perbaikan kabel bawah laut Jasuka.

BACA JUGA :   Pengalihan Kendaraan Bahan Bakar Minyak ke Listrik Pada Tahun 2040

Ada lagi video viral TikTok yang menyebutkan kabel Jasuka digigit hiu. Namun ternyata, itu adalah kejadian tahun 2014 dimana hiu menggigit kabel fiber optik milik Google, bukan kejadian di Indonesia.

3. Perbaikan Jasuka butuh waktu sebulan

Perbaikan kabel bawah laut Jasuka diperkirakan butuh waktu sebulan. Telkom mengungkapkan waktu sebulan tersebut digunakan untuk memperbaiki kabel laut Jasuka hingga dapat digunakan kembali sediakala.

“Untuk perbaikan kabel laut yang merupakan sumber gangguan, Telkom akan segera melakukan penyambungan kabel laut yang didahului berbagai persiapan, seperti penyiapan cableship yang akan dioperasikan menuju titik gangguan,” ujar Vice President Corporate Communication Telkom, Pujo Pramono, Kamis (23/9).

“Untuk melakukan penyambungan, penyiapan peralatan, dan kelengkapan yang diperlukan serta yang tak kalah penting adalah pengajuan perizinan untuk pengerjaan perbaikan tersebut,” ucapnya menambahkan.

Selama perbaiki dan layanan internet tetap berjalan, Telkom melakukan rerouting trafik sebagai alternatif jalur komunikasi menuju Batam, termasuk penambahan kapasitas beberapa link di wilayah Indonesia seperti dari Papua, Kalimantan maupun Jawa dan mengoptimalkan gerbang internasional di Manado.

4. Janji ganti rugi dari Telkom dan pemulihan jaringan

Karena ramai keluhan layanan dari konsumen, apalagi mereka yang WFH (Work From Home) dan belajar dari rumah, Telkom pun memberikan ganti rugi. Telkom akan memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak sesuai aturan yang berlaku akibat gangguan di kabel laut Jasuka.

BACA JUGA :   Pengalihan Kendaraan Bahan Bakar Minyak ke Listrik Pada Tahun 2040

“Bagi pelanggan IndiHome yang terdampak, tentu kami akan memberikan kompensasi sesuai dengan ketentuan pada kontrak berlangganan masing-masing pelanggan,” ujar Vice President Marketing Management Telkom E Kurniawan, Kamis (23/9/2021).

Agar layanan internet tetap berjalan, Telkom telah mengalihkan routing layanan ke network lainnya dan saat ini fokus untuk mempercepat perbaikan kabel laut Jasuka serta memberikan win win solution bagi pelanggan.

“Selain itu juga terkait dengan pembayaran tagihan IndiHome, Telkom akan memberlakukan kebijakan bebas denda dan pengunduran batas akhir pembayaran hingga 25 September 2021,” jelas E Kurniawan menjelaskan ganti rugi yang dimaksud.

Pada Jumat (24/9) Telkom mengklaim layanan IndiHome dan Telkomsel sudah pulih sepenuhnya melalui rerouting dan back up link. Sementara perbaikan kabel bawah laut Jasuka ditargetkan selesai Minggu kedua Oktober 2021.

“Hingga hari ini kapasitas bandwidth telah mencapai target pemulihan 100% layanan, seiring dengan bertambahnya kapasitas sebesar 1 Tbps kemarin malam,” ujar Vice President Corporate Communications Telkom, Pujo Pramono.

Mudah-mudahan, masalah ini tidak terjadi lagi ya. Kejadian ini pun membuka mata kita betapa kabel bawah laut adalah infrastruktur vital, namun rentan dengan kerusakan. (*)

Source: Dtc