IKLAN YARA

Polisi Usut Isu Penggelapan Uang Sedekah Masjid Rp 188 Juta di Kudus

oleh -56.489 views
Polisi Usut Isu Penggelapan Uang Sedekah Mesjid Rp 188 Juta di Kudus
Ilustrasi
UPDATE CORONA

Kudus I Realitas – Mantan ketua takmir Masjid Baitul Muqodas Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kudus dilaporkan ke polisi atas dugaan menggelapkan uang kas.

Dugaannya, jumlah uang kas yang digelapkan itu mencapai Rp 188 juta.

Uang itu berasal dari sekedah jemaah yang dikumpulkan selama bertahun-tahun.

Kasatreskrim Polres Kudus, AKP Agustinus David membenarkan pihaknya menerima laporan itu.

Menurutnya, laporan itu diterimanya Jumat (3/9).

BACA JUGA :   Polisi Tangkap 3 Orang Diduga Terlibat Jual Beli Judi Online Chip

“Benar. Kemarin baru kami baru terima laporan itu,” ujar dia, Sabtu (4/9).

Sementara mengenai dugaan penggelapan uang kas masjid itu terendus saat pergantian ketua takmir masjid tersebut pada 20 April lalu.

Ulil Falah ditunjuk mengisi posisi itu untuk periode 2021-2025.

Berdasarkan laporan yang disampaikan bendahara kepengurusan sebelumnya, tercatat jumlah penerimaan kas masjid selama kepengurusan lama sebesar Rp 392 juta dengan pengeluaran sebesar Rp Rp 359 juta.

BACA JUGA :   Polisi Terus Buru Pelaku Penembakan Ketua Majelis Taklim di Tangerang

Dengan demikian, saldo yang tersisa sebanyak Rp 32 juta.

Namun berdasarkan laporan itu terdapat catatan bila uang kas masjid yang masih dibawa ketua kepengurusan sebelumnya sebanyak Rp 188 juta.

Dari situ kemudian Ulil berusaha menagih uang tersebut.

Namun upaya itu gagal karena yang bersangkutan sulit ditemui.

“Kami akhirnya minta bantuan ke kepala desa untuk membantu penyelesaian tersebut melalui mediasi,” kata dia.

BACA JUGA :   Penembakan Seorang Ustaz di Tangerang, Diduga Sudah Dipantau Lama

Seiring berjalannya waktu ternyata tidak ada iktikad baik dari yang bersangkutan untuk mengembalikan uang kas masjid itu.

Menurutnya, meskipun sudah meneken surat kesanggupan mengembalikan, namun ketua kepengurusan lama masjid tak kunjung melakukan kewajibannya.

Karena itulah, akhirnya masalah itu dibawa ke polisi. (*)

Source:Trb