IKLAN YARA

Korban Pelecehan Seksual di KPI Jalani Tes Psikis di RS Polri

oleh -38.489 views
UPDATE CORONA

Jakarta I Realitas – Korban perundungan dan pelecehan seksual di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) hari ini akan menjalani tes psikis di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Korban akan diperiksa kesehatannya oleh tim dokter di RS Polri.

Pengacara korban, Rony E Hutahaean mengatakan pihaknya mendapat undangan dari Polres Jakarta Pusat untuk melakukan tes kesehatan pukul 10.00 WIB. Rony mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak penyidik.

“Jadi kami mendapatkan undangan atau panggilan dari Polres Jakarta Pusat untuk pemeriksaan lebih lanjut tentang kesehatan psikis korban selaku klien kami di RS Polri untuk tertanggal hari ini. Kami juga belum dapat menyampaikan apa saja yang akan diperiksa nantinya, karena kami masih menunggu dari koordinasi dari pihak penyidik yang sampai saat ini masih dalam perjalanan,” kata Rony saat ditemui di Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur, Senin (6/9/2021).

BACA JUGA :   Tambang Pasir Ilegal di Batas Roteng, Panbar Berpotensi Munculkan Konflik

Rony mengatakan kesehatan dan kejiwaan korban akan diperiksa oleh tim dokter. “Akan diperiksa kesehatan psikis dari korban,” tambah Rony.

Menurut Rony, saat ini kondisi korban masih trauma akibat pelecehan seksual dan perundungan oleh teman sekantornya di KPI. Meski begitu, Rony menegaskan kliennya tetap mematuhi proses hukum yang berlaku agar kasus ini tuntas.

“Dia mengalami traumatis itu karena dari perundungan yang berlarut-larut. Ditambah adanya beberapa lembaga lagi meminta waktu untuk dilakukan pemeriksaan termasuk KPI masih berusaha meminta untuk datang ke KPI, tapi kami tidak tau sebagai kuasa hukum apa tujuannya karena ini sudah masuk proses hukum,” jelas Rony.

BACA JUGA :   Tambang Pasir Ilegal di Batas Roteng, Panbar Berpotensi Munculkan Konflik

Diketahui, kasus ini terungkap ketika korban bercerita ia kerap mendapatkan perundungan dan pelecehan seksual sesama pria dari rekan kerjanya yang juga pegawai KPI. Perlakuan itu telah terjadi sejak 2012.

“Kejadian itu membuat saya trauma dan kehilangan kestabilan emosi. Kok bisa pelecehan jahat macam begini terjadi di KPI Pusat?” demikian keterangan tertulis korban, Kamis (1/9).

Korban bercerita dia ditelanjangi dan difoto. Korban pun khawatir foto telanjangnya itu akan disebar oleh rekan-rekannya. Selain itu, rekan kerja korban kerap menyuruh-nyuruh korban membelikan makan. Hal ini berlangsung selama 2 tahun.

BACA JUGA :   Tambang Pasir Ilegal di Batas Roteng, Panbar Berpotensi Munculkan Konflik

Tahun ke tahun berjalan, berbagai perundungan diterima korban. Mulai dari diceburkan ke kolam renang, tasnya dibuang, hingga dimaki dengan kata-kata bernuansa SARA.

Pelecehan seksual tersebut membuat korban jatuh sakit dan stres berkepanjangan. Pelecehan dan perundungan itu, kata korban, mengubah pola mentalnya.

Kasus ini juga sudah dilaporkan ke Komnas HAM. Komnas HAM sendiri, kata korban, sudah mengkategorikan pelecehan dan perundungan yang dialaminya sebagai bentuk pidana dan menyarankan korban melapor ke polisi. Saat ini polisi juga tengah mengusut kasus ini. (*)

Source:Dtc