IKLAN YARA

Ini Nama 52 Pejabat Eksekutif Terkait Laporan Harta Kekayaan Fiktif

oleh -58.489 views
Ini Nama 52 Pejabat Eksekutif Terkait Laporan Harta Kekayaan Fiktif
Ini Nama 52 Pejabat Eksekutif Terkait Laporan Harta Kekayaan Fiktif
UPDATE CORONA

Jakarta I Realitas – Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan banyak Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang tak akurat atau fiktif.

Dari hasil pengamatan Tim Pencegahan dan Monitoring KPK tersebut, ditemukan 52 pejabat eksekutif yang tidak akurat dalam melaporkan harta kekayaannya. 

“Kami periksa sebagian inisiatif dari pencegahan sebagai pengembangan dan hasilnya diserahkan ke penindakan. Hasil pengecekan ditemukan 52 pejabat eksekutif (LHKPN-nya tidak akurat),” ujar Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan saat dihubungi wartawan, Kamis (9/9/2021).

BACA JUGA :   Heboh Video Harimau Muncul di Grobogan, Ini Komentar Netizen hingga Faktanya

Pahala memaparkan, saat ini tim penindakan dan pencegahan KPK punya pola kolaborasi baru dalam penanganan dan pengembangan kasus. 

Dimana, tim pencegahan dan monitoring biasanya kerap menelisik atau menelusuri aliran dana ke pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara.

BACA JUGA :   Jaksa Agung Gencar Diserang, Spiritualis: Waspadai Propaganda Koruptor

Jika ditemukan adanya aliran yang mencurigakan, kata Pahala, maka tim pencegahan akan memberikan data-data tersebut ke penindakan untuk ditindaklanjuti. 

“Jadi untuk hasilnya kami kasih umpan ke penindakan,” kata dia.

Sayangnya, Pahala enggan membeberkan nama-nama 52 pejabat eksekutif yang tidak akurat dalam melaporkan harta kekayaannya tersebut. 

Diduga, ada sejumlah harta kekayaan 52 pejabat eksekutif tersebut yang sengaja disembunyikan dari KPK. 

BACA JUGA :   Pengusaha Besi Tua di Batam Ditemukan Tewas Setelah Menghilang 3 Minggu

Komisi antikorupsi pun telah mengantongi kecurigaan itu.

“Ya artinya ada transaksi, dia pikir tidak diperiksa KPK, ya dia tenang-tenang aja, dilaporkan yang ada aja. Enggak begitu, saya lihat dalamnya, jangan nyolong dan ngumpetin,” kata Pahala. (*)

Source