IKLAN YARA

Polisi Kesulitan Ungkap Kasus Dugaan Pembunuhan Bocah 16 Tahun di Sleman

oleh -101.489 views
Ilustrasi Mayat
UPDATE CORONA

Sleman I Realitas – Pihak kepolisian terus melakukan pendalaman terkait tewasnya bocah 16 tahun di Kabupaten Sleman, DIY.

Korban berinisial SYP ditemukan tak bernyawa di rumahnya, (28/7/2021) lalu.

Di tubuh korban ditemukan sejumlah luka benda tajam.

Polisi menyebut, berdasarkan kesimpulan sementara, SYP jadi korban pembunuhan.

Kapolres Sleman, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono menyampaikan, hingga saat ini sudah ada lima saksi yang telah diperiksa atas meninggalnya SYP.

“Sudah lima saksi yang sudah diperiksa. Ya ada tetangga, dan orang tuanya. Doakan saja supaya cepat terungkap. Kami semua berharap seperti itu,” terangnya.

Wachyu menegaskan, tidak mudah untuk mengungkap kasus yang menimpa korban.

Karena dari pemeriksaan lima saksi itu, pihak penyidik masih belum mendapat petunjuk yang jelas terkait penyebab kematian SYP.

“Ya tidak mudah, kami belum mendapat petunjuk yang jelas,” jelasnya.

Sampai saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah korban SYP meninggal karena dibunuh dengan motif dendam atau karena dugaan perampokan.

BACA JUGA :   Biddokkes Jateng Bersama Unimus Semarang Gelar Vaksinasi Merdeka

Akan tetapi, dari hasil olah TKP kepolisian tidak ditemui barang milik keluarga SYP yang hilang.

Pihaknya berharap dalam waktu dekat, para jajarannya di Polres Sleman dapat mengungkap penyebab kematian siswa kelas IX tersebut.

Anak berusia 16 tahun asal Dusun Kedulan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman ditemukan meninggal dunia di rumahnya sendiri dengan luka sayat di bagian tubuhnya, Rabu (28/7/2021) malam.

Informasi tersebut dibenarkan oleh Kapolres Sleman, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono.

Pihaknya menyebut telah terjadi dugaan penganiayaan yang berujung pada kematian dan menimpa anak di bawah umur.

“Ya jadi memang betul ada kejadian semalam ya, pada seseorang yang meninggal dunia diduga akibat kekerasan menggunakan senjata tajam,” kata Wachyu saat dihubungi, Kamis (29/7/2021).

Berdasarkan pemeriksaan sementara, korban saat ini diketahui masih berumur 16 tahun dan berstatus sebagai pelajar dijenjang SMP.

BACA JUGA :   Prediksi Istanbul BB vs Rizespor - Liga Turki 26 September 2021

“Umur 16 tahun ya, masih SMP,” imbuhnya.

Wachyu menjelaskan korban ditemukan sudah dalam kondisi terluka pada bagian tanngan di rumahnya yang berada di daerah Tirtomartani, Kalasan, Sleman sekitar pukul 20.00 WIB.

Disampaikan Wachyu, korban yang sudah bersimbah darah tersebut ditemukan oleh ibunya sendiri.

Hingga saat ini ibu korban yang menjadi saksi utama dalam kejadian ini belum bisa dimintai keterangan.

“Dalam hal ini saksi utama adalah ibu korban sendiri dan saat ini ibunya masih belum bisa dimintai keterangan,” ungkapnya.

Ditanya mengenai saksi lain di lokasi, Wachyu masih belum bisa berkomentar banyak. Pasalnya hingga saat ini saksi utama hanya ibu dari korban saja.

Wahcyu tidak menutup kemungkinan bahwa kejadian penganiayaan tersebut dilakukan di rumah korban sendiri.

“Kemungkinan besar (penganiayaan) di rumah korban,” ujarnya.

Pihak kepolisian hingga saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara. Sembari menunggu ibu korban untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

BACA JUGA :   Pria di Sleman Rudapaksa Dua Anak Gadisnya Selama 8 Tahun

KBO Sat Reskrim Polres Sleman Iptu Sri Pujo menambahkan, informasi sementara usai olah TKP yang dilakukan pihak kepolisian didapati bahwa Ibu korban saat itu sedang pergi bersama seseorang.

Saat itu korban yang berinisial SYP sedang sendirian di rumah. Sebelum tewas dan bersimbah darah, korban yang berdasarkan keterangan Sri Pujo masih duduk di kelas IX SMP itu sempat menghubungi ibunya supaya segera pulang ke rumah.

“Ibunya pergi sama orang keluar. Korban whatsapp ibunya dan sempat meminta ibunya pulang,” jelasnya.

Namun nahas, begitu sang ibu sampai di rumah, ia mendapati SYP sudah dalam keadaan tak bernyawa dan bersimbah darah.

“Sampai di rumah sekitar jam 20.00 WIB. Korban sudah berlumuran darah dan ibu ini langsung minta tolong” tegasnya. (*/bunga)

Source: Trb