IKLAN YARA

Pimpinan KPK : Banyak Laporan-Penyelidikan Terhambat SDM Terbatas

oleh -50.489 views
Penyelidikan
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.
UPDATE CORONA

Jakarta I Realitas – Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengungkapkan bahwa masih banyak laporan masyarakat maupun penyelidikan yang masih berjalan.

Namun proses tersebut terhambat sumber daya manusia (SDM) KPK yang terbatas.

“Masih banyak laporan dari masyarakat dan proses penyelidikan yang sedang berjalan saat ini tetapi itu tadi, hambatannya menyangkut SDM yang terbatas,” ujar Alex pada konferensi persnya, Selasa (24/8/2021).

Alex menyebut KPK sebenarnya tidak berfokus pada kuantitas jumlah perkara. Tetapi, KPK juga fokus dalam mendorong kualitas perkara melalui case building.

BACA JUGA :   Tanfidzyah NU Batu Bara Apresiasi Polisi Dalam Pemberantasan Begal

Dan penanganan perkara ini, KPK tidak hanya fokus pada kuantitas jumlah perkara yang ditangani, Namun kami lebih mendorong untuk atau mengedepankan pada kualitas perkara melalui case building dan optimalisasi pengembalian kerugian negara,” ujar Alex.

Alex juga mengatakan bahwa SDM di KPK selama dua bulan terakhir sangat terbatas.

Menurutnya hanya sekitar 10 persen pegawai yang dapat melakukan monitoring maupun penyadapan.

“Dampak pandemi ini kekuatan SDM KPK juga berkurang selama 2 bulan terakhir saya kira ya, ini mungkin tidak lebih dari 10 persen pegawai yang aktif bekerja di kantor termasuk SDM yang selama ini melakukan monitoring terhadap apa percakapan penyadapan,” katanya.

Lebih lanjut, Alex mengatakan keterbatasan itu tentu membatasi kinerja KPK dalam melakukan berbagai tindakan penindakan dikarenakan banyak pegawai yang work from home.

Hal itu menurut Alex akan memberikan pengaruh terhadap penanganan korupsi di KPK.

BACA JUGA :   Sidang Bank Konvensional, Kausar: Qanun LKS Bukan Menutup Bank Konvensional

“Itu juga jauh berkurang otomatis kapasitas kemampuan untuk melakukan penyadapan nomor pada akhirnya dapat juga berkurang itu jauh berkurang, karena SDM nya sebagian besar juga bekerja di rumah.

Termasuk di tingkat penyelidikan, penyidikan dengan pembatasan gerak atau mobilitas pegawai itu juga sangat besar pengaruhnya terhadap penanganan perkara korupsi ya,” katanya. (*)

Sumber: Dtc