IKLAN YARA

Permohonan Maaf Kapolda Sumsel Terkait Hibah Palsu Rp 2 T Keluarga Akidi Tio

oleh -55.489 views
Permohonan Maaf Kapolda Sumsel Terkait Hibah Palsu Rp 2 T Keluarga Akidi Tio
UPDATE CORONA

Jakarta I Realitas – Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri mengaku salah terkait polemik hibah bodong Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio. Dia meminta maaf kepada seluruh masyarakat.

“Kegaduhan ini tentu karena kesalahan saya sebagai individu,” kata Irjen Eko di Polda Sumsel, Kamis (5/8/2021).

Dia mengaku kurang hati-hati sehingga memicu polemik hibah bodong. Dia meminta maaf atas polemik yang terjadi.

“Sebagai manusia biasa dan saya mohon maaf. Ini terjadi karena ketidakhati-hatian saya selaku individu ketika mendapat informasi awal,” katanya.

Eko juga meminta maaf secara khusus kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dia juga meminta maaf kepada seluruh anggota Polri.

BACA JUGA :   Polres Aceh Tenggara Berhasil Tangkap Pengedar Pil Ekstasi

“Secara pribadi saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya jelas kepada Bapak Kapolri, pejabat utama Mabes Polri, anggota Polri se-Indonesia, dan masyarakat Sumatera Selatan,” kata Eko.

“Tokoh agama, Gubernur, dan Danrem yang ikut terlibat dalam kegaduhan ini,” imbuh Kapolda Sumsel.

Pemberian donasi Rp 2 triliun oleh keluarga almarhum Akidi Tio untuk penanganan COVID-19 di Sumsel kini menjadi polemik. Dana yang dijanjikan itu ternyata tidak ada karena saldo tidak mencukupi.

Mabes Polri kemudian mengirim tim untuk memeriksa Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri, yang menerima secara simbolis bantuan itu dari anak Akidi Tio, Heryanty, pada Senin (26/7).

BACA JUGA :   Balap Liar di PALI Sumsel Tewaskan 2 Remaja dan 5 Lainnya Luka-luka

“Berkaitan dengan Kapolda Sumsel, ini dari Mabes Polri sudah menurunkan tim internal, yaitu dari Itwasum Mabes Polri dan dari Paminal Div Propam Polri,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam jumpa pers virtual, Rabu (4/8).

Argo menjelaskan Mabes Polri ingin mengetahui peristiwa itu secara jelas dengan mengklarifikasi Irjen Eko. Pemeriksaan akan dilakukan secara internal.

“Ya tentunya kami ingin melihat kejelasannya seperti apa, kasusnya bagaimana dan itu ranah daripada klarifikasi internal,” tuturnya.

BACA JUGA :   Toko Emas di Bandung Dirampok dan Pemilik Tewas

Hibah Bodong

Polisi telah memeriksa anak Akidi Tio, Heryanty, pada Senin (2/8). Dari pemeriksaan itu, diketahui dana Rp 2 triliun yang dijanjikan tidak ada.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga telah melakukan analisis dan pemeriksaan terkait janji donasi Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio. PPATK menyimpulkan bilyet giro Rp 2 triliun itu tidak ada alias bodong.

“Sampai hari kemarin, kami sudah melakukan analisis dan pemeriksaan, dan dapat disimpulkan bahwa uang yang disebut dalam bilyet giro itu tidak ada,” ujar Kepala PPATK Dian Ediana Rae kepada wartawan, Rabu (4/8).

Source